<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376</id><updated>2012-01-21T20:26:55.276-08:00</updated><title type='text'>Blognya  Isnaini</title><subtitle type='html'>Ide apa saja, yang segar-segar, tidak merusak dan tidak jorok. Yang lebih utama, bisa memberi sedikit penyegaran</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-5765448162178861880</id><published>2008-06-20T01:23:00.000-07:00</published><updated>2008-06-20T01:31:27.083-07:00</updated><title type='text'>Kosong</title><content type='html'>&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;&lt;/span&gt;Sendiri&lt;br /&gt;Menyeruak tabir kamar&lt;br /&gt;Kosong terlihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas kamar tidur&lt;br /&gt;Tangan mu lelah&lt;br /&gt;Pikiran gundah&lt;br /&gt;Serasa tiada guna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dalam kelemahanmu&lt;br /&gt;Kau tampakkan sejuta asa&lt;br /&gt;Buat songsong bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidurlah dalam hangat selimutmu&lt;br /&gt;Mimpilah dalam senyummu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok, kau harus kembali&lt;br /&gt;Bersama menggapai  mimpi&lt;br /&gt;Meski berjuta rintangan menghalangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;untuk my dearest Riefa yang baru saja transfusi darah, moga ada kesembuhan ya nak. Ayah cuma bisa berharap dan berdoa, kamu lekas tumbuh besar supaya mimpimu tergapai&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-5765448162178861880?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/5765448162178861880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=5765448162178861880' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/5765448162178861880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/5765448162178861880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2008/06/kosong.html' title='Kosong'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-4077502502776152694</id><published>2008-06-20T01:00:00.000-07:00</published><updated>2008-06-20T01:16:22.882-07:00</updated><title type='text'>Lama Terdiam</title><content type='html'>Pfuih, akhirnya gue &lt;span style="font-style: italic;"&gt;up date&lt;/span&gt; juga blog ini, setelah sekian lama terdiam. Kalo gak salah sih, dari posting terakhir gue tertanggal 27 November 2006, sampai posting ini, sekira satu setengah tahun lebih gak bikin postingan baru. Jumud, mungkin iya. Tapi memang, gue dah bertekad untuk memperbarui blog ini dan posting yang sesuatu yang ada dalam pikiran gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngapain aja selama 1,5 tahun lebih? Banyak hal. Tapi intinya adalah:&lt;br /&gt;1. Konsentrasi kerja selama 2,5 tahun di majalah Dokter Kita, sampai akhirnya diangkat jadi managing editor, terus mengundurkan diri Maret lalu. Gue harus jujur, pekerjaan di Dokter Kita begitu banyak menyita waktu. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. Sekarang, sejak Mei tepatnya, gue memulai kiprah baru dengan menjadi managing editor majalah Health Today Indonesia. Banyak yang ingin gue lakukan di sini, termasuk menjadikan majalah Health Today terdepan dalam memberi informasi kesehatan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;3. Dah mulai bisnis sampingan (khususnya sih buat bini) biar ada pemasukan tambahan. Banyak sekali hikmah yang gue dapetin selama hampir satu bulan menganggur pasca mundur dari Dokter Kita. Jadi, keputusan untuk berbisnis harus diambil.&lt;br /&gt;4. Masih tetap berharap kesembuhan Riefa, anak yang sangat gue sayangi. Masih kepikiran untuk menuliskan kisahnya dalam sebuah buku sih, tapi masih dalam konsep. Nanti aja deh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-4077502502776152694?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/4077502502776152694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=4077502502776152694' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/4077502502776152694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/4077502502776152694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2008/06/lama-terdiam.html' title='Lama Terdiam'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-116461690900810036</id><published>2006-11-27T00:35:00.000-08:00</published><updated>2006-11-27T00:41:49.033-08:00</updated><title type='text'>Upaya Segala Cara Meredam Penyebaran HIV/AIDS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6992/1776/1600/516985/boeat%20blog.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6992/1776/320/263593/boeat%20blog.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tahun ini, hari AIDS sedunia mengambil tema akuntabilitas, dan  merupakan topik yang selalu didengung-dengungkan oleh Kampanye AIDS Sedunia (World AIDS Campaign) sepanjang tahun 2006. Sementara slogan  yang dipromosikan tanggal  1 Desember adalah Stop AIDS, Saatnya Melayani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui,  sejak kasus pertama dilaporkan tahun 1981 lalu, AIDS langsung membetot perhatian dunia. Tak hanya kalangan kedokteran yang memang bersinggungan langsung dengan penyakit ini, namun juga politisi, pemimpin agama dan masyarakat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa sampai demikian? Ini karena HIV/AIDS telah menjadi epidemi global dengan jumlah penderita yang terus meningkat setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data badan dunia untuk masalah AIDS (UNAIDS), secara global epidemi AIDS sepanjang tahun lalu memang menunjukan penurunan. Namun, infeksi baru  terus terjadi dan cenderung meningkat di beberapa wilayah dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNAIDS memperkirakan, saat ini ada sekitar 40 juta orang hidup dengan HIV dan lebih dari 25 juta telah meninggal karena AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tahun lalu, ada sekitar 4,1 juta orang yang terkena HIV. Dari jumlah itu, 2,8 juta diantaranya meninggal karena AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana situasi di Indonesia? Mengkhawatirkan. Hingga akhir September lalu, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan mencatat, penderita AIDS mencapai 6987 orang dengan jumlah yang terinfeksi HIV mencapai 4617 orang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jumlah tersebut, kasus AIDS terbanyak ada di propinsi  DKI Jakarta, Papua, Jawa Timur,Jawa Barat, Bali, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penderita sebanyak itu, maka prevalensi AIDS nasional hingga 30 September adalah 3,47 per 100 ribu penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cara penularan kasus AIDS yang paling banyak melalui penggunaan narkoba suntik sebanyak 52,6 persen, heteroseksual 37,2 persen dan homoseksual 4,5 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan paling rentan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski penderita AIDS di Indonesia lebih banyak kaum pria dengan rasio 4,6 berbanding 1, namun tetap saja perempuan merupakan pihak yang paling rentan terhadap penularan HIV/AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran ini bisa terlihat jelas pada penelitian yang dilakukan Prof. DR. Dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI dan kawan-kawan dari Departemen  Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset dilakukan sejak Januari 2004 hingga Juli 2006 di poliklinik Kelompok Studi Khusus (Pokdisus) HIV/AIDS RSCM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian itu menemukan sekitar 309 perempuan dengan HIV/AIDS dan sebagian besar berusia produktif, yakni antara 20-30 tahun. Mirisnya, hampir 77.02 persen atau 238 orang ternyata terinfeksi HIV/AIDS melalui hubungan seksual. Sedangkan sisanya melaui  narkoba suntik dan kombinasi narkoba suntik dengan hubungan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sekretaris   Komisi  Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Dr. Nafsiah Mboy, SpA, semakin banyaknya perempuan—dan juga  anak-anak— yang tertular HIV/AIDS disebabkan karena ketimpangan jender dan faktor ekonomi. “Karena itu, tidak mungkin kita bisa melakukan penanggulangan AIDS yang maksimal tanpa melibatkan organisasi dan kalangan perempuan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riskannya perempuan terkena HIV/AIDS tak ayal membuat  KPA Nasional berencana  memberi usulan  untuk memasukkan secara khusus masalah perempuan dan kesetaraan jender dalam revisi Strategi Nasional Penanggulangan AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya  segala cara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak lagi, kini segala cara dilakukan pemerintah untuk meredam penyebaran HIV/AIDS. Misalnya saja dengan kampanye untuk mencegah pemakaian narkoba serta melakukan seks aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi perempuan, sejauh ini tampaknya belum ada upaya maksimal. Padahal, wanita  berhak melindungi dirinya sendiri terhadap penularan HIV/AIDS, terutama yang berasal dari transmisi seksual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya?Ini dia. Penggunaan kondom perempuan bagi wanita. Nah, kondom perempaun ini, kata Nafsiah, saat ini telah diujicobakan di propinsi Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Papua? Jawabnya,  infeksi HIV kepada perempuan jauh lebih cepat dibandingkan kepada laki-laki. Data terakhir menunjukan,  48 persen perempuan terinfeksi. Mirisnya lagi, infeksi itu bukan hanya terjadi pada  perempuan penjaja seks, tetapi juga ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nafsiah, sejak tahun 1996-2004 ternyata tidak ada perubahan perilaku pemakaian kondom karena laki-laki pada umumnya enggan menggunakan kondom. Karena itu kini perempuan harus mengambil keputusan untuk melindungi dirinya dengan menggunakan kondom perempuan apalagi jika pasangannya memiliki perilaku seks berisiko tinggi atau sering berganti-ganti pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara yang sudah sukses menggunakan kondom perempuan dalam kampanyenya adalah Zimbabwe, Kenya dan Brasil. Negera tersebut merupakan negara yang masih berkembang, tapi kesadaran mereka untuk Keluarga Berencana sudah cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, keberadaan kondom perempuan ini sangat dibutuhkan sekali oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia ini. Apalagi perkembangan penyakit menular dan mematikan tersebut terus berkembang dengan cepat. Kalau dibiarkan bisa mengancam penduduk Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-116461690900810036?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/116461690900810036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=116461690900810036' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/116461690900810036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/116461690900810036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/11/upaya-segala-cara-meredam-penyebaran.html' title='Upaya Segala Cara Meredam Penyebaran HIV/AIDS'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-116141397433155954</id><published>2006-10-20T23:56:00.000-07:00</published><updated>2006-10-20T23:59:34.333-07:00</updated><title type='text'>Mudik dan Selamat Ber-Lebaran</title><content type='html'>Saya dan keluarga memohon maaf sebesar-besarnya, untuk semua kesalahan, kekhilafan, kealphaan yang secara sengaja maupun tidak sengaja kami lakukan. Agar kita sama-sama dapat kembali ke Fitrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang mudik, kami ucapkan selamat mudik. Semoga selamat sampai di kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqoballohu Minna wa Minkum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isnaini dan Keluarga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-116141397433155954?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/116141397433155954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=116141397433155954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/116141397433155954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/116141397433155954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/10/mudik-dan-selamat-ber-lebaran.html' title='Mudik dan Selamat Ber-Lebaran'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-116098552536509813</id><published>2006-10-16T00:30:00.000-07:00</published><updated>2006-10-16T00:58:45.386-07:00</updated><title type='text'>Setetes Darah yang Menyelamatkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/blood%20bags.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/blood%20bags.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebutuhan darah di Indonesia terus meningkat. Tetapi anehnya, baru sebagian kecil saja yang rela mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan. Demikian ungkap Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Prof. DR. Dr. Sujudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kata mantan Menteri Kesehatan era Presiden Soeharto ini, keperluan darah untuk pemenuhan kebutuhan medis mencapai  3 juta kantong setiap tahunnya. “Namun saat ini baru terpenuhi sekitar 1,2 sampai 1,3 juta kantong saja,”ujar Sujudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujudi menambahkan, kebutuhan darah  di Indonesia semakin meningkat&lt;br /&gt;lantaran dipengaruhi beberapa hal. Diantaranya karena seringnya Indonesia terkena bencana. Selain itu, kebutuhan medis di rumah sakit (RS) juga memang semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keseluruhan kantong  darah yang berhasil diproses, menurut  Sujudi, 40&lt;br /&gt;Persen  digunakan untuk pengobatan penyakit dalam, seperti gagal fungsi ginjal&lt;br /&gt;dan kanker. Selain itu, 20 persen  digunakan untuk penanggulangan di bidang&lt;br /&gt;kebidanan, dan 20 persen lainnya untuk keperluan pasien operasi bedah. Sisanya untuk keperluan lain semisal penderita thalasemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pemenuhan kantong daraha, Sujudi mengungkapkan bahwa saat ini sudah mengalami kemajuan yang sangat berarti. Sebagai contoh, ujarnya, tahun 1968 PMI hanya bisa mengolah 21 ribu kantong darah. Sementara tahun lalu sudah mencapai 1,3 juta kantong darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, kata Sujudi,  seharusnya warga yang menjadi donor itu bisa mencapai empat persen. ”Namun kita targetkan tiga persen saja," kata pria yang masih segar di usianya yang kini sudah 76 tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini di seluruh Indonesia, menurut Guru Besar emiritus  mikrobiologi FKUI ini, terdapat 188 Unit Transfusi Darah  (UTD) yang terletak di setiap kota dan kabupaten. Namun seiring dengan adanya pemekaran daerah setelah otonomi daerah diperkirakan&lt;br /&gt;jumlah UTD akan menjadi 400.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini juga akan mendorong peningkatan kebutuhan darah," kata Sujudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendorong meningkatan jumlah masyarakat yang bersedia mendonorkan&lt;br /&gt;darahnya, dijelaskannya, beberapa hal telah ditempuh PMI, termasuk&lt;br /&gt;sosialisasi kepada siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan&lt;br /&gt;Sekolah Menengah Umum (SMU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, ujarnya, yang penting diinformasikan kepada  masyarakat adalah pentingnya mendonorkan darah untuk kemanusiaan. Apalagi, melakukan donor darah tidak sesulit yang dibayangkan. ”Syaratnya minimal berusia 17 tahun. Kalau di atas 60 tahun ada surat keterangan sehat dari dokter, sehat jasmani dan rohani serta kadar hemoglobin (Hb) di atas 12,5,”tutur mantar Rektor Universitas Indonesia ini. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ada anggapan bahwa harga setiap kantong darah saat ini mahal. Namun Sujudi menampik tudingan tersebut. Menurut Sujudi, biaya yang dikenakan setiap kantong darah hanyalah uang pengganti yang dipergunakan untuk membeli reagensia uji saring darah. ”Kebutuhan reagen itu kan diperoleh dari luar negeri. Reagen itu diperlukan sebagai uji saring supaya darah terbebas dari penyakit.  Bebas dari  virus hepatitis B, hepatitis C dan  HIV/AIDS,”imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping reagen, lanjutnya,  alat untuk  uji saring darah juga membutuhkan biaya perawatan yang tidak murah. ”Itu supaya alat tes tetap akurat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, kata Sujudi, mendonorkan darah adalah sebuah perbuatan mulia. ”Sebab, donor darah itu bisa menjadi life saving. Membuat orang lain menjadi tertolong hidupnya. Di samping itu, orang yang mendonorkan darahnya juga menjadi sehat. Jadi tidak usah khawatir menjadi lemah karena proses reproduksi darah jalan terus.” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada siapa saja yang mendonorkan darahnya. Apalagi, setetes darah mereka menyelamatkan nyawa anak saya yang hingga kini masih tetap harus bergantung dengan tranfusi darah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-116098552536509813?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/116098552536509813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=116098552536509813' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/116098552536509813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/116098552536509813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/10/setetes-darah-yang-menyelamatkan.html' title='Setetes Darah yang Menyelamatkan'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115812160291347765</id><published>2006-09-12T20:52:00.000-07:00</published><updated>2006-09-12T21:26:42.966-07:00</updated><title type='text'>Sekali Lagi Soal Rokok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/rokok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/rokok.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membincangkan masalah rokok memang tak ada habisnya. Bulan Februari lalu, Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan merokok telah diberlakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Pasal 13 Perda tersebut terdapat larangan merokok di tempat&lt;br /&gt;umum serta kewajiban pemilik dan pengelola gedung menyediakan kawasan khusus bagi perokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan   merokok  diberlakukan di berbagai tempat antara lain pusat&lt;br /&gt;perbelanjaan, Bandara dan terminal, tempat kerja, sarana pendidikan,&lt;br /&gt;perkantoran, rumah ibadah, dan kendaraan umum. Bagi mereka yang&lt;br /&gt;melanggar Perda tersebut diancam denda maksimal Rp50 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apa yang kita lihat kemudian. Perda itu seperti tidak punya taji. Perokok masih bebas menghembuskan asap rokoknya. Bahkan di bis umum yang sudah sumpek dengan penumpang sekalipun. Alhasil, larangan tinggalah larangan. Mereka yang merokok, karena merasa tidak ada hukuman yang membuat efek jera, tetap melanjutkan hobi merokoknya di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, karena melihat Perda tidak efektif lagi melarang orang merokok di tempat umum, DPR punya rencana membuat &lt;a href="http://http://dancer-in-the-dark.blogs.friendster.com/angsa_liar/2006/09/new_law_on_smok.html"&gt;peraturan baru tentang rokok.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski masih dalam bentuk draft, rancangan yang bernama RUU Pengendalian Dampak Rokok Untuk Kesehatan  memiliki beberapa poin penting. Diantaranya&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang berhak atas udara bersih dan menikmati udara yang bebas dari  asap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)  Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menetapkan Kawasan Tanpa Rokok di wilayah pemerintahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)  Kawasan Tanpa Rokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.     tempat umum;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.     tempat kerja;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.      angkutan umum;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.     tempat proses belajar mengajar; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.     sarana kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 72&lt;br /&gt;Setiap orang yang merokok di kawasan tanpa rokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal …. dipidana dengan pidana penjara paling lama …. tahun dan denda paling banyak Rp ……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUU ini  diharapkan mampu menekan jumlah perokok. Semoga saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi soal rokok yang mengkhawatirkan adalah &lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/09/tgl/13/time/102554/idnews/674324/idkanal/10"&gt;semakin banyaknya jumlah perokok muda di Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey yang dilakukan Global Youth Tobacco Survey terhadap penduduk di Pulau Jawa dan Sumatera menujukan 3 dari 10 Pelajar merokok sebelum umur 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal , dengan semakin muda usia perokok, semakin rentan pula terkena penyakit yang mematikan. Sebut saja misalnya kanker paru atau penyakit sistem kardiovaskular semisal jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tidak ada upaya lain, kecuali, Katakan Tidak Pada Rokok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115812160291347765?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115812160291347765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115812160291347765' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115812160291347765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115812160291347765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/09/sekali-lagi-soal-rokok.html' title='Sekali Lagi Soal Rokok'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115709000300324745</id><published>2006-08-31T22:40:00.000-07:00</published><updated>2006-08-31T22:53:23.016-07:00</updated><title type='text'>Kucai Pelumpuh Hipertensi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/kucai.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/kucai.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Masih  banyak masyarakat Indonesia yang mengobati penyakit tekanan  darah tinggi dengan ramuan tradisional. Hal ini bisa dimengerti. Sebab, tanaman obat berkhasian anti hipertensi memang berlimpah di negara ini. Selain itu, ada anggapan bahwa obat kimia penuh dengan efek samping berbahaya dan harganya yang relatif mahal semakin menjamurkan pemakaian obat tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di sisi lain, ramuan tradisional  yang sudah teruji secara klinis untuk  mengatasi  hipertensi itu masih jarang. Jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Ramuan herbal itu diantaranya adalah seledri dan kumis kucing, yang bahkan telah menjadi fitofarmaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seledri (Apium  Graviolens L) mampu menangkal hipertensi karena tanaman ini mengandung senyawa aktif apigenin yang berfungsi sebagai calcium antagionist dan manitol yang identik dengan diuretik  Sementara kumis kucing (Orthosipihon stamineus benth)  juga mempunyai kandungan yang berfungsi sama sebagai diuretik. Kombinasi antara seledri dan kumis kucing sebagai anti hipertensi itu dilakukan oleh DR. Dr. Siti Fadillah Supari, SpJP sekitar 4 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khazanah pengobatan tradisonal untuk hipertensi tampaknya akan bertambah. Sebab, kucai (Allium schoenoprasum) saat ini sedang menjalani serangkaian uji laboratorium untuk mengetahui  khasiat sesungguhnya sebagai herbal yang memiliki potensi anti hipertensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucai merupakan sejenis sayuran yang berasal dari keluarga Lili (tanaman berumbi). Tumbuhan ini mengandungi vitamin B dan C, karotin dan komponen belerang. Masyarakat Indonesia telah lama memanfaatkan kucai untuk pengobatan. Diantaranya untuk mengatasi  keputihan, darah tinggi dan sembelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kucai diyakini mempunyai khasiat antiseptik untuk membunuh kuman bakteria dalam usus dan menjadi perangsang dalam proses pengasaman usus. Kucai  juga berkhasiat melancarkan aliran  darah, sekaligus menghindarkan pembekuan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji Klinik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang kini sedang meneliti kucai sebagai obat herbal antihipertensi adalah Lia Amalia, MSi, staf pengajar Farmakologi-Farmasi Klinik Departemen Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama dengan Dr.Rully M.A.Roesli,PhD,SpPD-KGH, staf pengajar Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas kedokteran Universitas Padjadjaran (FK-Unpad) yang bertindak sebagai pembimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rully, indikasi utama penelitian kucai adalah untuk mengatasi hipertensi. ”Peneltian yang dilakukan terhadap kucai ini mulai dari kandungan zat aktif hingga uji klinik terhadap binatang. Kedua tahap itu sudah selesai,”katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, lanjut Rully, sedang dilakukan uji klinik pada manusia untuk mengetahi efikasi (khasiat) dan efektifitas kucai menurunkan tekanan darah tinggi. ”Memang masih perlu waktu lama bagi kucai untuk bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal anti hipertensi,”tegas Rully.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, DR. Irda Fidrianny, M.Si, staf pengajar Biologi-Farmasi Departemen Farmasi ITB pernah juga meneliti efek hipotensi dan antihipertensi terhadap ekstrak dan fraksi ekstrak simplisia segar dan kering dari tumbuhan kucai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian Irda menunjukkan bahwa ekstrak etanol, ekstrak n-heksana, fraksi ekstrak etil asetat, fraksi ekstrak n-butanol dan fraksi ekstrak air sisa baik dari simplisia segar dan kering mempunyai efek hipotensi dan antihipertensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, penelitian obat tradisional Indonesia seperti kucai ini memang harus terus digalakan. Dengan demikian khasiatnya  bisa dibuktikan. Kalau bisa, menjadi fitofarmaka pilihan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115709000300324745?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115709000300324745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115709000300324745' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115709000300324745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115709000300324745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/08/kucai-pelumpuh-hipertensi.html' title='Kucai Pelumpuh Hipertensi'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115570567780414496</id><published>2006-08-15T22:17:00.000-07:00</published><updated>2006-08-15T22:21:17.823-07:00</updated><title type='text'>Dua Sisi yang Saling Menghantui</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gejala yang muncul pada penderita manik-depresi dianggap suatu kewajaran  dan hanya menjadi bagian dari perilaku kepribadian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul di atas kelihatannya menyeramkan. Tapi, memang demikianlah keadaan yang dialami penderita ganggguan bipolar. Kadang-kadang gembira yang berlebihan,  terlalu percaya diri dan  cerewet. Namun, di lain waktu   kehilangan semangat, depresi serta murung. Mirisnya lagi, masalah kejiwaan yang dikenal dengan istilah gangguan manik-depresi ini sering membuat penderitanya terdorong untuk melakukan aksi bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak percaya ? Coba simak apa yang terjadi dengan  Veni, seorang praktisi periklanan yang berkerja sebagai copywriter ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veni telah mengalami periode-periode suasana hati yang suram sejak ia berusia 18  tahun. Tetapi pada usia 20 tahun,  ia mulai mengalami sesuatu yang baru. Keadaan euforia yang mengejutkan dan energi yang luar biasa tinggi. Gagasan yang berseliweran menyerbu benaknya, ucapan yang terbata-bata, dan kekurangan tidur disertai kecurigaan tak berdasar bahwa teman-temannya sedang memanfaatkan dia. Lantas, Veni menyatakan bahwa ia dapat mengubah warna benda-banda sesuai dengan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itulah, ibunda Veni  sadar bahwa bantuan medis dibutuhkan. Maka  ia membawa Veni  ke rumah sakit. Setelah dengan cermat memonitor suasana hati Veni  yang berubah-ubah, para dokter akhirnya mencapai sebuah diagnosis. Yakni Veni  mengidap gangguan bipolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan gangguan jiwa lainnya seperti psikopat atau skizofrenia, demikian Prof. Dr. Sasanto Wibisono, SpKJ(K), ganguan  bipolar tidak begitu terkenal. ”Namun, gangguan ini bisa jadi banyak diidap masyarakat,” kata Guru Besar Psikiatri FKUI-RSCM ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang tenarnya gangguan bipolar itu, jelasnya, karena masyrakat menggagpa hanya bagian dari perilaku kepribadian. ”Apalagi sikap masyarakat yang tidak mau akrab dengan istilah gangguan jiwa,” terang dokter kelahiran 10 September 1937 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasanto mengungkapkan, di Amerika Serikat  prevalensi  penyakit ini sepanjang hidup mencapai 0,3-1,6 persen. Sebagian besar menyerang pada kelompok umur 15-24 tahun. Ironisnya, kata Sasanto, sepertiga dari penderita ini cenderung punya keinginan bunuh diri dan 10-20 persennya berhasil melakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Masih gelap. Apalagi hingga kini  memang belum ada survei yang bisa memberikan data pengidap penyakit tersebut. Stigmatisasi terhadap penderita gangguan jiwa membuat orang enggan mengakui dirinya mengidap manik-depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasanto menjelaskan,  kedua sisi alam perasaan dan perilaku penderita gangguan bipolar -baik manik atau depresi- dapat sangat ekstrim. Namun, ada kalanya tidak terlalu menonjol. "Masing-masing individu gejalanya bisa berbeda. Ada yang lebih menonjol kutub maniknya atau kutub depresinya," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi "terganggu" pada awalnya dapat berlangsung beberapa minggu hingga 2-3 bulan, kemudian kembali "normal" untuk jangka waktu yang agak lama. Bisa dalam hitungan bulan, malah hingga bertahun-tahun. Kondisi ini kemudian berulang kembali atau bersifat siklis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Penyebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sasanto, penyebab gangguan bipolar terdiri dari banyak faktor. Yakni  mencakup aspek biologis, psikologis dan sosial. Secara biologis, ganguan ini dikaitkan dengan faktor genetik dan gangguan neurotransmitter di otak. Sedangkan, secara psikososial, dihubungkan dengan pola asuh masa kanak-kanak, stres akibat kehidupan yang menyakitkan, atau stres karena kehidupan yang berat dan berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan bipolar merupakan penyakit kronik. Layaknya, penyakit kronik yang lain, seperti, diabetes, jantung, atau ginjal, maka gangguan ini pun perlu penanganan yang berkesinambungan. Juga, harus ditangani secara hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kurangnya pemahaman masyarakat akan kesehatan jiwa dan stigma terhadap pengidap bipolar dapat menyulut sikap dan perilaku yang keliru," ujar Sasanto. Misalnya, ketika penderita gangguan bipolar sedang dalam episode depresi, ditengarai sebagai perwujudan orang yang lemah iman, kurang bertakwa, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontras  dengan depresi, tegas Sasanto, gangguan bipolar menyerang pria dan wanita dalam jumlah yang sama. Hal ini paling sering dimulai sewaktu seseorang baru menginjak dewasa, tetapi kasus-kasus gangguan bipolar telah didiagnosis pada remaja dan bahkan anak-anak. Meskipun demikian, tegasnya, menganalisis gejalanya dan menarik kesimpulan yang benar dapat sangat sulit bahkan bagi seorang pakar medis sekalipun. Bisa diistilahkan, gangguan bipolar adalah bunglonnya gangguan kejiwaan, mengubah tampilan gejalanya dari satu pasien ke pasien lain, dan dari satu episode ke episode lain bahkan pada pasien yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini, kata Sasanto,  harus diobati secara kontinyu. Sebab, jika tidak, maka siklus kambuhannya akan memendek. Sayangnya, masyarakat umumnya tidak mengetahui gangguan tersebut dan baru dibawa ke dokter setelah keadaan lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan terapinya? ”Dengan  mengombinasikan penggunaan obat antipsikotik, antidepresan, dan mood stabilizer secara tepat. Hanya saja, terapi ini harus berkesinambungan dan membutuhkan jangka waktu cukup panjang,” tutur Sasanto.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gara-gara tulisan ini pula saya bisa mendapatkan rezeki. Lumayanlah. Astra Zeneca sebagai produsen Seroquel menganggap tulisan ini cukup bagus sehingga layak untuk mendapatkan penghargaan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115570567780414496?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115570567780414496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115570567780414496' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115570567780414496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115570567780414496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/08/dua-sisi-yang-saling-menghantui.html' title='Dua Sisi yang Saling Menghantui'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115432042010100021</id><published>2006-07-30T20:50:00.000-07:00</published><updated>2006-07-30T21:33:40.150-07:00</updated><title type='text'>Qana dan Episode Panjang Kebiadaban Israel</title><content type='html'>34 anak dan 12 perempuan dewasa.&lt;br /&gt;Mereka tak berdosa.&lt;br /&gt;Tapi  harus meregang nyawa.&lt;br /&gt;Oleh serangan membabi buta.&lt;br /&gt;Dari sebuah negara yang mengaku bangsa pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 30 Juli mungkin adalah hari paling naas bagi warga desa Qana di Lebanon Selatan. Mereka dibombardir oleh serangan udara Israel dengan menggunakan bom-bom canggih. Sudah bisa diduga. Warga sipil pun menjadi korban. Dan lagi-lagi, sepanjang satu bulan terakhir agresi militer keji bangsa Israel terhadap Lebanon, warga sipil yang menjadi korban. Padahal, dengan menjadikan sipil sebagai sasaran perang merupakan pelanggaran keras terhadap Konvensi Jenewa dan jelas melanggar hukum internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah dunia ini? Seperti biasa. Sunyi senyap seperti tidak tahu (atau pura-pura tidak tahun) terhadap apa yang sedang terjadi di Palestina dan Lebanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski PBB telah kehilangan 4 pengamatnya, tapi organisasi ini tetap saja tidak berkutik. Memang, organisasi ini telah menjadi banci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat? Seperti biasa. Tetap mendukung Israel. Bagaimanapun juga Ehud Olmert adalah anjing pudel George W Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Barat lain? Mengecam malu-malu dan bersikap memalukan sambil tetap menyalahkan gerilyawan Hezbollah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Islam? Tidak punya gaung. Negara-negara Arab? Sudah disumpel Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia? Sejauh ini selalu berkomentar mengecam namun tetap sibuk dengan urusannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, pembantaian warga sipil di Qana hanya sebuah episode kecil dari bangsa Israel untuk terus melakukan serangan terhadap bangsa Lebanon. Dan itu menjadi pintu masuk untuk melakukan serangan besar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode kejahatan itu tampaknya akan terus berlangsung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115432042010100021?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115432042010100021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115432042010100021' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115432042010100021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115432042010100021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/07/qana-dan-episode-panjang-kebiadaban.html' title='Qana dan Episode Panjang Kebiadaban Israel'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115431770289128474</id><published>2006-07-30T20:15:00.000-07:00</published><updated>2006-07-30T20:48:23.143-07:00</updated><title type='text'>PPD, Nasibmu Kini</title><content type='html'>Kembali, hari ini (Senin, 31/7) bis PPD melakukan mogok massal. Sebagai penglaju yang setiap hari menggunakan jasa PPD, tentu saya sangat dirugikan. Rugi karena terlambat datang ke kantor, rugi karena terlalu lama menunggu dan rugi karena beban ongkos meningkat akibat memakai kendaraan lain lebih dari sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mogok massal PPD kali ini adalah untuk yang kesekian kalinya. Persoalnya yang memicu mogok awak PPD pun dari dulu itu-itu saja. Mulai dari salah urus perusahaan sampai gaji yang belum dibayarkan kepada para awak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenaskan memang. Sebab, awak PPD itu rata-rata sudah berkeluarga. Bagaimana mereka bisa membahagiakan keluarganya kalau  &lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07/tgl/31/time/094301/idnews/646454/idkanal/10"&gt;gaji  mereka selama 8 bulan belum dibayarkan&lt;/a&gt;.  Dampak dari belum dibayarkannya gaji para awak PPD itu sangat luas. Mulai dari terlantarnya anak-anak karyawan PPD yang bersekolah karena belum membayar uang sekolah hingga gugatan para istri yang minta cerai karena sudah lama tidak diberi nafkah lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan PPD kelihatannya memang pelik. Tapi, inti permasalahan itu datangnya dari internal PPD itu sendiri. Yang sering terungkap keluar adalah mismanajeman perusahaan hingga korupsi dikalangan petinggi PPD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sejatinya PPD itu perusahaan angkutan besar yang menjadi harapan masyarakat banyak. Bayangkan saja, saat ini mereka mengelola sekitar 350 unit mobil dengan trayek-trayek gemuk. Namun sayangnya, potensi pemasukan yang besar itu dibiarkan menguap karena salah kelola. Belum lagi angkutan 50 persennya tidak layak jalan dan pungli dalam berbagai tingkatannya yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dalam tubuh PPD yang dari tahun ke tahun selalu berulang adalah juga gambaran pengelolaan Ibu Kota negara ini. Semrawut dan kurang memberi prioritas pada kepentingan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, untuk PPD yang sangat vital itu, pengelolaanya haruslah profesional. Siapa yang berhak mengelolanya? Siapa saja. Bisa Pemda DKI Jakarta, swasta atau siapa saja. Namun, dengan syarat mereka harus punya komitmen terhadap kepentingan umum. PPD pun harus bisa menangguk keuntungan untuk kesejahtaraan karyawannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115431770289128474?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115431770289128474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115431770289128474' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115431770289128474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115431770289128474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/07/ppd-nasibmu-kini.html' title='PPD, Nasibmu Kini'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115338432183704651</id><published>2006-07-19T23:31:00.000-07:00</published><updated>2006-07-20T01:32:02.113-07:00</updated><title type='text'>Memaknai Perkawinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/foto%20kawinan%20ghueeeeeee%20bangettttttttt.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/foto%20kawinan%20ghueeeeeee%20bangettttttttt.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Perkawinan adalah sebuah lembaga sakral. Ia hadir sebagai manifestasi dari keinginan dua insan untuk menciptakan ikatan keluarga yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, makna perkawinan bukan hanya sebagai urusan privat kedua pasangan, tetapi juga makna sosial sekaligus.  Kedua  makna ini tentu harus bersinergi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, dengan jelas mensyariatkan  perkawinan. Tujuannya, antara  lain   untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. Islam memandang perkawinan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan. Dengan demikian, Islam memandang perkawinan sebagai lembaga yang sarat makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, belakangan kita saksikan makna perkawinan yang fitrah ini sudah mulai luntur pada keluarga-keluarga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh konkretnya bisa ditemui dengan semakin banyaknya perceraian. Bahkan, terkadang perceraian itu dipicu oleh hal-hal yang sepele. Yang juga semakin marak belakangan adalah perselingkuhan, baik oleh suami maupun oleh sang istri. Perselingkuhan, apapun bentuknya, adalah noda dari sebuah perkawinan yang bisa memicu perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara perkawinan, saya ingat tanggal ini (20/7), tiga tahun lalu. Saat itu adalah peristiwa yang sangat istimewa buat saya, ketika saya mengikat janji dengan seorang perempuan bernama Yazzimatul Musyarofah, untuk hidup setia membangun keluarga yang sakinah. Ya, dia sekarang menjadi istri saya dan ibu dari Rifa, buah cinta kami yang sangat kami sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini juga merupakan ulang tahun istri saya yang ke-28. Selamat ulang tahun Mama Eci. Semoga Allah selalu memberi perlindungan kepada kita. Semoga Allah selalu memberi kemudahan kepada kita. Dan juga doa yang selalu kita panjatkan bersama, semoga Allah memberi kesembuhan kepada putri kita. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115338432183704651?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115338432183704651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115338432183704651' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115338432183704651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115338432183704651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/07/memaknai-perkawinan.html' title='Memaknai Perkawinan'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115329551380234359</id><published>2006-07-19T00:06:00.000-07:00</published><updated>2006-07-19T00:51:53.863-07:00</updated><title type='text'>Aceh,Nias,Jogja,Jawa Barat, Lalu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/buat%20blog%20berikutnya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/buat%20blog%20berikutnya.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sepertinya, bencana tidak mau lepas dari negeri ini. Bagaimana tidak? Mulai dari Aceh dipenghujung 2004 lalu, bencana alam itu datang secara beruntun. Kita bahkan belum sempat istirahat sejenak, sudah ada bencana lain yang menyusul. Itu belum termasuk bencana kategori lokal semisal banjir bandang atau tanah longsor. Negeri berselimut  bencana tampaknya menjadi julukan yang pas buat bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah kita harus tinggal diam, berpangku tangan dan menantikan bencana berikutnya? Jelas tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun bencana alam seperti gempa bumi tidak bisa diprediksi, kita harus tetap bisa mengantisipasinya. Antisipasi dalam arti meminimalisir dampak yang timbulkan oleh bencana tersebut. Cara ini adalah satu-satunya jalan ketika kita berhadapan dengan teknologi yang masih minim dan sumber daya manusia yang masih terbatas untuk bisa memprediksi sebuah bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, cara tersebut adalah untuk bencana-bencana khusus semisal gempa bumi atau gelombang tsunami.  Sementara untuk bencana alam lain semisal banjir bandang atau tanah longsor, jawabanya ada pada manusia Indonesia itu sendiri. Sudahkah kita arif dengan alam? Sudahkan kita bersahabat dengan alam?  Sebab, kalau kita mau bijak dengan pengelolaan alam kita, banjir atau tanah longsor itu niscaya tidak akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti-bukti selama ini sudah jelas. Banjir dan longsor yang terjadi biasanya karena lingkungan alam sekitar rusak oleh tangan-tangan manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke gempa bumi atau tsunami, terutama untuk bencana tsunami  beberapa hari lalu di Pangandaran, &lt;a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/5191190.stm"&gt;BBC menulis&lt;/a&gt; bahwa musibah itu terjadi karena sistem peringatan dini tsunami Indonesia tidak siap mengantisipasi datangnya bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya, tidak lain karena teknologi yang ada di Indonesia belum mendukung sistem peringatan dini. Akhirnya, tsunami yang datang beberapa menit setelah gempa bumi yang berpusat di Pantai Selatan Jawa itu tidak berhasil diantisipasi. Hasilnya kita semua sudah tahu. Bencana kemanusiaan kembali melanda Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, sudah seharusnya kita mengambil pelajaran dari kejadian ini supaya di masa datang kejadian serupa bisa diminimalisir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115329551380234359?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115329551380234359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115329551380234359' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115329551380234359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115329551380234359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/07/acehniasjogjajawa-barat-lalu.html' title='Aceh,Nias,Jogja,Jawa Barat, Lalu...'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115319786651449957</id><published>2006-07-17T20:55:00.000-07:00</published><updated>2006-07-17T21:44:26.573-07:00</updated><title type='text'>Israel, Bangsa Agresor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/israel.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/israel.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hanya karena tiga orang tentaranya--dua oleh Hezbollah dan satu oleh militan Palestina--diculik, Israel melakukan serangan membabi buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan, atau lebih tepatnya agresi lebih dulu ditujukan kepada bangsa Palestina. Akibat agresi ini tentu saja mengakibatkan korban berjatuhan di kalangan sipil Palestina. Tidak cukup dengan warga sipil, Israel pun menahan beberapa petinggi Hamas, partai yang berkuasa saat ini di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Israel menyerang Palestina cuma satu. Yakni agar militan Palestina segera membebaskan prajurit Israel yang ditahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir--dan juga mungkin kebanyakan muslim di Indonesia dan seluruh dunia--alasan yang dikemukakan Israel itu mengada-ada. Penculikan itu hanyalah pintu masuk bagi Israel melakukan agresi militernya terhadap  bangsa Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa penculikan itu pun, Israel telah melakukan intimidasi dan agresi terhadap masyarakat Palestina. Bukti-bukti nyatanya sudah banyak. Dan seperti biasa, pelindung Israel--siapa lagi kalau bukan Amerika Serikat--melakukan pembelaan mati-matian terhadap Israel. Palestina yang diserang, tapi Israel yang dibela. Sungguh sangat ironis dan kontradiktif. Sejatinya, tidak akan ada perdamaian abadi di Timur Tengah selama masih ada bangsa yang bernama Israel dan standar ganda Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel, sejak awal memang tidak senang dengan pemerintahan Hamas saat ini. Dan sudah sejak lama bangsa zionis ini berusaha melumpuhkan Hamas. Banyak upaya yang dilakukan Israel untuk melenyapkan Hamas. Diantaranya dengan pembunuhan keji terhadap pemimpin spiritual Hamas, Syech Ahmad Yassin melaui serangan udara membabi buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai Syech Ahmad Yassin berhasil dilumat, penggantinya, Abdul Aziz Rantissi pun dibunuh secara keji. Dan apa komentar komentar dunia barat terhadap kedua pembunuhan yang jelas-jelas melanggar HAM itu? Tidak ada. Barat, terutama Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya yang selalu mengagungkan HAM itu kenyatanya adalah negara pelanggar HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak puas dengan agresi ke Palestina, beberapa hari lalu Israel dengan segala kekuatan militernya menggempur habis-habisan Lebanon, negara di mana gerakan Hezbollah diakui eksistensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, dalam serangan Israel ini warga sipil yang menjadi korban. Dan negara-negara Barat pun seakan kelu menghadapi  agresi Israel ini. Bukannya mendesak Israel untuk menghentikan agresinya, negara barat melalui sang komandan, George Bush malah membela Israel dan mengutuk umat Islam yang mereka representasikan sebagai kaum ekstremis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus kita perbuat? Tidak ada jalan lain, kecuali umat Islam harus bersatu untuk melawan Israel. Allahuakbar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115319786651449957?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115319786651449957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115319786651449957' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115319786651449957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115319786651449957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/07/israel-bangsa-agresor.html' title='Israel, Bangsa Agresor'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115287559048747677</id><published>2006-07-14T03:48:00.000-07:00</published><updated>2006-07-14T04:16:58.156-07:00</updated><title type='text'>Keranjingan Blog</title><content type='html'>Setelah mengenal blog, teman saya yang satu ini jadi narsis abis. Tiap hari promosi blog-nya melalui mesenger list teman saya yang lain  lagi. Promosinya bisa apa saja. Mulai dari postingan baru sampai buku-bukunya. Tentu saja hal ini sah-sah saja. Sejatinya, blog juga bisa menjadi media pemasaran yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenarsisan teman  saya ini terutama dalam hal peringkat blog. Dia selalu membanggakan kenaikan peringkat blognya di  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;a href="http://www.blog-indonesia.com"&gt;blog indonesia&lt;/a&gt;  serta jumlah kunjungan melalui hit counter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya ini lupa, bahwa metode pemeringkatan blog tidak serta-merta seperti itu. Ada metode lain dalam sistem pemeringkatan blog. Misalnya saja melalui  peringkat &lt;a href="http://technorati.com"&gt;technorati&lt;/a&gt; . Tapi sayangnya, teman saya satu ini bahkan tidak paham apa technorati itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode pemeringkatan lainnya, seperti yang ditulis  &lt;a href="http://http://priyadi.net/archives/2006/05/17/metodologi-penghitungan-peringkat-blog/#more-623"&gt;Priyadi&lt;/a&gt;   adalah dengan database technorati, yakni melalui jumlah taut- taut dari blog lain,jumlah blog lain yang membuat taut dan peringkat blog tersebut dalam database Technorati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau misalnya dalam setiap membuat tulisan kita tidak pernah tahu apa itu taut dan tidak pernah membuat taut, mana mungkin kita bisa mengabsahkan diri untuk berbangga dengan peringkat blog yang kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hal lain yang juga mempengaruhi peringkat, seperti yang tulis Priyadi, adalah Google Pagerank, jumlah situs yang memberi taut, banyaknya pengunjung, jumlah pelanggan sindikasi, jumlah tulisan dan kualitas per tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini semoga memberi pencerahan buat teman saya, bahwa peringkat sebuah blog tidaklah sesederhana yang dia bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, saya ucapkan selamat kepada teman saya yang sudah berhasil membuat blognya dikenal banyak orang, meskipun dia masih malas untuk memberi taut ke blog lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115287559048747677?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115287559048747677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115287559048747677' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115287559048747677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115287559048747677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/07/keranjingan-blog.html' title='Keranjingan Blog'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115276358592449834</id><published>2006-07-12T20:42:00.000-07:00</published><updated>2006-07-12T21:06:25.936-07:00</updated><title type='text'>Palembang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/DSCN5838.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/DSCN5838.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk tujuan dinas, pekan lalu saya mengunjungi kota Palembang. Kota yang terkenal dengan pempek dan jembatan Ampera-nya ini baru saja memperingati hari jadinya yang ke-1323.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palembang memang kota yang sudah sangat tua. Bahkan, mengalahkan beberapa kota bersejarah lainnya di dunia, semisal Baghdad atau Kyoto. Sementara untuk ukuran Indonesia, Palembang hanya kalah dari Kutai di Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional tahun 2004 lalu, banyak perubahan terjadi di kota yang dibelah oleh Sungai Musi ini. Perkembangannya sangat pesat. Bisa dikatakan, kota yang berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa ini sedang berbenah untuk menjadi kota metropolitan baru. Kota ini sedang berpacu untuk mensejajarkan diri dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja apa yang terjadi di Palembang saat ini. Pembangun infrastruktur kota terjadi di mana-mana. Ruko-ruko menyesaki semua sisi kota. Mal-mal dan pusat perbelanjaan baru dibangun. Hotel-hotel megah siap menyambut kedatangan wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, pembangunan Palembang yang pesat itu kita harapkan tidak meninggalkan sisi kesejarahan Palembang. Dan pastinya, Palembang harus belajar dari kota-kota lain di Indonesia untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sebab, pembangunan tanpa pembelajaran biasanya hanya meninggalkan permasalahan baru. Semoga saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115276358592449834?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115276358592449834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115276358592449834' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115276358592449834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115276358592449834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/07/palembang.html' title='Palembang'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115207347436461960</id><published>2006-07-04T20:55:00.000-07:00</published><updated>2006-07-04T21:24:34.383-07:00</updated><title type='text'>Being 30</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/isnaini%2030.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/isnaini%2030.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini, 30 tahun lalu, lahirlah seorang bayi bernama Muhamad Isnaini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, bayi itu telah menjelma menjadi seorang Isnaini dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia 30 tahun ini, gue pikir sudah banyak yang gue rai. Tapi itu semua tentunya tidak lepas dari orang-orang yang selalu mendukung gue. Yesi, istri  yang baik dan selalu ngingetin di saat-saat kita dalam kesusahan. Rifa,  anak gue yang  selalu bikin kangen, dukungan mertua yang baik dan kedua orang tua yang selalu mendukung. Juga tak kalah pentingnya dukungan dari Veni dan Cia. Semoga Allah selalu memberi perlindungan kepada mereka semua. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, di hari yang bahagia ini, gue  berharap dan berdoa kepada Allah :&lt;br /&gt;1. Berikanlah kesembuhan kepada  Rifa&lt;br /&gt;2. Mudahkanlah segala urusan kami&lt;br /&gt;3. Berikanlah kami keselamatan di dunia dan akhirat. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115207347436461960?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115207347436461960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115207347436461960' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115207347436461960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115207347436461960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/07/being-30.html' title='Being 30'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115192389478983865</id><published>2006-07-03T03:41:00.000-07:00</published><updated>2006-07-03T03:52:21.260-07:00</updated><title type='text'>Galian Kabel PLN</title><content type='html'>Tulisan ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap PT. PLN, yang tidak saja belum bisa menyehatkan dirinya, tetapi juga menggangu kepentingan umum dengan kemacetan arus lalu lintas yang dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekitar 3 minggu ini,  sepanjang  Jalan Mampang Prapatan Raya, mulai dari perempatan Tendean sampai  Toko Roti Seven Grain atau sekitar 1 kilometer lebih, PLN sedang membuat proyek besar. Namanya galian kabel serat optik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, sebagai seorang karyawan yang berkantor di daerah Mampang dan setiap harinya lewat situ, saya merasa terganggu. Apalagi kalau bukan kemacetan yang ditimbulkan dan debu tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus ini, PLN memang menggali jalan agak lebar dan dalam. Otomatis, ruas jalan pun menyempit. Tak pelak lagi, setiap jam sibuk kemacetan di ruas jalan Mampang Prapatan Raya tak terhindarkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya berharap agar proyek tersebut bisa cepat selesai.  Tapi yang menjadi masalah adalah, biasanya setelah selesai pekerjaan, PLN menutupnya tidak sempurna. Akhirnya, jalan pun menjadi rusak yang berakit pada munculnya kembali kemacetan. Ini sudah terbukti di beberapa ruas jalan, di mana terdapat bekas lubang galian PLN.Seharusnya setelah proyek selesai baik PLN sebagai yang berkepentingan maupun kontraktor galian memeriksa, apakah galian sudah dikembalikan dengan baik atau belum. Ini tentu menjadi pelajaran buat PLN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115192389478983865?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115192389478983865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115192389478983865' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115192389478983865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115192389478983865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/07/galian-kabel-pln.html' title='Galian Kabel PLN'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115138618414402171</id><published>2006-06-26T21:39:00.000-07:00</published><updated>2006-06-26T22:29:44.203-07:00</updated><title type='text'>Pengalaman Mengurus Pasien di Beberapa Rumah Sakit  ( 2 )</title><content type='html'>Rifa juga pernah dirawat di Ruang Perawatan Sehari/One Day Care (RSS/ODC) bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.  Kesan saya di tempat ini, ruwet dan birokratis. Ketika di rawat di sana, saya beruntung masih bisa mendapatkan kamar perawatan untuk Rifa, dengan tempat yang cukup representatif. Coba kalau di rawat di kelas III atau kelas II. Tidak bisa membayangkannya  saya. Pasti Rifa jadi bahan belajar calon dokter spesialis yang sedang KO-AS itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rawat di RSS FKUI-RSCM ini lelahnya sangat terasa. Untuk mengurus administrasi keperawatan saja, sangat birokratis. Harus menghubungi bagian ini, bagian itu. Belum kalau di ping pong. Padahal Rifa masuk kategori pasien dengan perawatan tunai. Coba kalau pasien JPS Gakin atau Askes, pasti mengurusnya lebih repot lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi masalah obat-obatan dan lainnya. Keluarga pasien harus mengurus sendiri. Kebetulan, ketika merawat Rifa, persediaan darah di Bank Darah RSCM sedang habis. Jadi saya harus mengambilnya di UTD PMI DKI. Di UTD PMI DKI waktu itu tidak terlalu antri. Tapi pas di RSCM-nya, Masya Allah, saya harus melewati prosedur yang lama dan berbelit. Belum lagi cross check darah. Alhasil, ketika di rawat di RSCM itu, saya berguman dalam hati kalau Rifa sakit  tidak boleh lagi dirawat di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Rifa, pasien lain yang juga sempat saya urusi adalah almarhum mertua saya di RSCM dan RS Antariksa Halim. Ketika akan dirawat di RSCM, mertua saya harus melalui UGD. Dan lagi-lagi sangat birokratis dan sangat lama. Apalagi, penangannya oleh dokter muda yang sedang Ko-As serta residen (calon dokter spesialis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, untuk mendapatkan ruang perawatan, harus proaktif mencari sendiri serta memakan waktu lama. Bahkan, mertua saya yang terkena stroke itu harus menunggu sekitar 8 jam di UGD untuk mendapatkan ruang perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang perawatan diperoleh, tapi tempatnya sangat tidak layak. Waktu itu mertua saya dirawat di IRNA B, bangsal strok lantai 1 dan bangsal penyakit  dalam lantai 4. Saya kurang tahu bagaimana kondisi perawatan di IRNA A. Tapi, melihat gegatnya, mungkin tidak jauh beda. Kesan saya terhadap RCM ini adalah, harap maklum. Kita mungkin baru akan mendapatkan perawatan yang memadai di RSCM jika perawatanya di paviliun. Tapi itu, sekali lagi, bukan jaminan. Maklum saja, hampir semua dokter di RSCM sangat sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Sakit Antariksa Halim juga begitu. Prosedur di UGD sangat lama. Apalagi, rumah sakit ini tidak terkoneksi jaringan IT antara satu divisi dengan divisi lain. Jadi, ketika misalnya kita lupa membawa nomor rekam medik atau nomor itu hilang, ya sudah. Tamat riwayatnya. Pihak rumah sakit tidak bisa segera mencarikannya. Paling mungkin adalah register baru dengan nomor MR yang baru juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang perawatan Rumah Sakit Halim juga sangat tidak layak. Meskipun mertua saya waktu itu dirawat di kelas II, tapi kondisnya sangat tidak memadai. Perawatnya hanya satu orang untuk jumlah pasiennya yang lumayan banyak. Belum lagi kondisi fasilitas pendukung semisal kamar mandi. Apalagi, fasilitas lainnya juga tidak begitu lengkap. Misalnya saja laboratorium. Rumah sakit ini mengklaim sebagai Rumah Sakit pusat Angkata Udara, tapi saya kira kalau kondisinya seperti itu, para petinggi Angkatan Udara jangan-jangan berobat di  tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga pernah mengurus perawatan  ayah saya di RS. Pelni Petamburan.  Prosedur di rumah sakit ini tidak berbelit-belit, terutama ketika di ruang UGD. Kita tinggal bawa pasien ke dokter jaga, mengurus administrasinya, meninggalkan uang deposit, semua urusan beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang perawatannya termasuk baik. Kebetulan waktu itu ayah saya di rawat di Paviliun Wijaya Kusuma. Dokternya selalu siap sedia. Saya mencatat, ketika ayah saya masuk ruang perawatan jam 11 malam, jam dua pagi dini hari , dokternya yang profesor itu langsung mengunjungi ayah saya. Saya tidak tahu bagaimana kondisi perawatan di kelas lain apakah sama dengan apa yang didapat ayah saya di paviliun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115138618414402171?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115138618414402171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115138618414402171' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115138618414402171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115138618414402171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/06/pengalaman-mengurus-pasien-di-beberapa_26.html' title='Pengalaman Mengurus Pasien di Beberapa Rumah Sakit  ( 2 )'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115138292737954663</id><published>2006-06-26T20:46:00.000-07:00</published><updated>2006-06-26T21:35:27.433-07:00</updated><title type='text'>Pengalaman Mengurus Pasien di Beberapa Rumah Sakit  ( 1 )</title><content type='html'>Saya punya pengalaman menarik  ketika mengurus  beberapa pasien di rumah sakit. Pengalaman yang sayang untuk dilupakan. Pengalaman pribadi yang mengharu-biru, bercampur aduk antara perasaan sedih, senang serta kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama kali akan saya ceritakan adalah anak saya sendiri, Rifa Yazisa Rahmania. Sampai saat ini sudah 12 kali keluar masuk rumah sakit. Sebelas kali diantaranya di RSAB Harapan Kita dan sekali di RSCM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali masuk RSAB Harapan Kita untuk merawat Rifa sekitar 1,5 tahun lalu, perasaan saya bingung. Maklum, itu adalah pengalaman pertama saya membawa anak sakit untuk dirawat. Jadi, tidak tahu prosedurnya sama sekali. Ketika sampai di sana, pertanyaan yang ada dibenak saya adalah, di bawa ke mana Rifa ini. Setelah tanya sana sini, akhirnya ketemu juga jawabannya. Unit Gawat Darurat alias UGD. Prosedur di UGD RSAB Harapan Kita bisa dibilang tidak rumit. Masuk ke UGD, menemui dokter jaga, anamnesis, pemeriksaan fisik, pasang infus selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pasien bisa diperlakukan seperti itu setelah mendaftar di administrasi. Besarnya hingga kini belum berubah, yakni masih Rp.50 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah prosedur di UGD selesai, barulah pasien bisa dibawa ke ruang perawatan. Namun, hal bisa dilakukan jika pasien sudah menyerahkan uang deposit  yang besarnya bervariasi tergantung di kelas mana pasien akan dirawat  serta surat pernyataan kesangupan membayar biaya perawatan atau surat jaminan bagi pasien yang biaya perawatannya ditangung kantor atau ASKES.  Setelah itu, semua urusan selesai. Pasienpun  masuk ruang perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah sering masuk RSAB Harapan Kita, prosedur yang terakhir ini (penempatan uang deposit) biasanya saya lewatkan saja. Saya akan membayar semua uang perawatan pada saat anak saya akan pulang dari rumah sakit. Sejauh ini pihak rumah sakit memang oke-oke saja dan tidak ada keberatan sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya ketahui, ruang perawatan di RSAB Harapan Kita (baik kelas II atau III di mana Rifa dirawat) lumayan baik. Kebersihannya terjaga. Perawatnya profesional. Begitu juga dengan dokternya. Satu hal lagi, keluarga pasien tidak perlu berletih-letih karena semua urusan diatur pihat rumah sakit. Pengecualian jika kita memerlukan transfusi darah dan bank darah rumah sakit kebetulan persediaan golongan darah yang sesuai sedang kosong. Maka mau tidak mau, pihak keluarga pasienlah yang mengurusnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) DKI Jakarta di Kramat. Saya juga pernah mengalami hal ini beberapa kali. Secara umum, kesan saya terhadap rumah sakit ini adalah tidak mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115138292737954663?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115138292737954663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115138292737954663' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115138292737954663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115138292737954663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/06/pengalaman-mengurus-pasien-di-beberapa.html' title='Pengalaman Mengurus Pasien di Beberapa Rumah Sakit  ( 1 )'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115044628349545575</id><published>2006-06-15T23:48:00.000-07:00</published><updated>2006-06-16T01:24:43.570-07:00</updated><title type='text'>Remember Me, My Love  alias Ricordati Di Me</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/ricordati%20di%20me.2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 94px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/ricordati%20di%20me.2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Film  La Vita e Bella atau Life is Beautiful garapan Roberto Benigni yang rilis pada 1998 lalu terbilang sukses. Buktinya, film ini mampu menyabet Piala Oscar untuk kategori film berbahasa asing terbaik. Tapi setelah itu, jarang sekali film-film Italia yang bisa menyamai kesuksesan Life is Beautiful, meski negara spagheti itu merilis puluhan judul film setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeculian mungkin muncul pada film Remember Me, My Love atau Ricordati Di Me. Beberapa waktu lalu, Pusat Kebudayaan Italia alias Italia Instituto di Cultura, memutar film ini. Saya sendiri menyaksikannya melalui DVD. Menurut saya, film ini sangat bagus. Apalagi, kisahnya diambil dari kehidupan keseharian orang Italia, yang mungkin juga keseharian orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini sebenarnya rilis sudah lama. Tepatnya September 2004 lalu. Saya tidak tahu apakah biokop-bioskop di Indonesia juga sudah menayangkan film garapan sutradara Gabrielle Muccino ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa nama tenar meramaikan film ini. Sebut saja misalnya Fabrizio Bentivoglio, Laura Morante dan si cantik Monica Belluci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini berkisah tentang konflik kehidupan dan cinta yang mendera Carlo (diperankan oleh Fabrizio Bentivoglio) dengan Guilia (Diperankan Laura Morante). Pasangan Carlo dan Guilia mempunyai dua orang anak--laki-laki dan perempuan--yang sedang tumbuh, yakni Paolo dan Valentina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang remaja, Paolo ( Silvio Muccino) berusaha menemukan cinta sejatinya dengan Elena. Berbagai cara dilakukan Paolo, supaya Elene bisa menjadi kekasih hatinya. Sementara saudaranya yang perempuan, Valentina (Nicoletta Romanoff), terobsesi ingin menjadi penari handal. Konflik segitiga terjadi Carlo dengan Paolo dan Valentina maupun antara Guilia dengan Paolo dan Valentina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, konflik yang paling seru justru terjadi antara Carlo dengan Giulia. Carlo, seorang pebisnis sukses, hidupnya marasa hampa karena selalu ditinggal istrinya, Guilia yang ingin sekali menjadi aktris beken. Di tengah kehampaan itulah, Carlo menemukan seorang wanita cantik yang juga sedang kesepian, Alessia (Monica Belucci). Mereka pun saling berbagi, baik kehidupan maupun cinta. Hari-hari Carlo terasa sepi tanpa kehadiran Alessia di sisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak konflik terjadi ketika perselingkuhan Carlo dengan Alessia diketahui oleh Giulia. Giulia pun mengultimatum Carlo agar segera menghentikan kisah cinta terlarangnya dengan Alessia. Tapi hal itu tidak segera berhasil. Pertengkaran yang kerap terjadi antara Carlo dengan Giulia membuat hubungan keluarga ini  menjadi renggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kecelakaan yang menimpa Carlo, pada akhirnya bisa membuat keluarga ini kembali bersatu. Paolo yang dikisahkan tidak pernah berdoa sepanjang hidupnya, berubah menjadi sosok yang relijius. Begitu juga dengan Valentina dan Guilia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, sutradara Gabrielle Muccino berhasil membuat potret keluarga yang berada dalam krisis menjadi sebuah metafor yang enak untuk disaksikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115044628349545575?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115044628349545575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115044628349545575' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115044628349545575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115044628349545575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/06/remember-me-my-love-alias-ricordati-di.html' title='Remember Me, My Love  alias Ricordati Di Me'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-115008708382645857</id><published>2006-06-11T21:02:00.000-07:00</published><updated>2006-06-11T21:38:03.863-07:00</updated><title type='text'>Manfaat Blog</title><content type='html'>Teman sekantor saya yang satu ini belum lama mengenal blog. Kurang lebih sekitar 3 bulan lah. Tapi, dia sudah bisa mengambil beribu manfaat dari &lt;a href="http://www.budiboga.blogspot.com"&gt;blog&lt;/a&gt; yang dibuatnya.  Dengan cerdik, teman saya ini memanfaatkan blog untuk memasarkan buku-buku yang ditulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, selain menjadi wartawan yang mengisi rubrik boga, rekan saya ini juga sangat intens dalam menulis buku-buku yang berkaitan dengan boga dan kuliner. Kebetulan sekali, blog yang dibuatnya juga tidak jauh beda dengan apa yang digelutinya sehari-hari. Makin kloplah, antara buku dan blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respons dari pembaca blognya juga lumayan.Beberapa orang menanyakan buku yang ditulis rekan saya melalui fasilitas komen dan buku tamu di blog. Dari sekadar menanyakan, ada yang kemudian membeli bukunya di toko buku. Sekadar catatan, teman saya ini sudah menulis beberapa judul. Tentunya, dengan semakin banyak yang membeli, kocek teman saya juga akan semakin tebal. Sebab, dia mendapat royalti dari penjualan buku itu. Kisaranya, sekitar 5 persen dari setiap buku yang terjual.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-115008708382645857?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/115008708382645857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=115008708382645857' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115008708382645857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/115008708382645857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/06/manfaat-blog_11.html' title='Manfaat Blog'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-114768612003299020</id><published>2006-05-14T22:06:00.000-07:00</published><updated>2006-05-15T02:42:00.093-07:00</updated><title type='text'>Ulang Tahun Rifa yang Ke-2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/DSCN5251.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/DSCN5251.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/DSCN5195.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/DSCN5195.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kemarin (Minggu, 14/5) ulang tahun Rifa yang kedua. Senangnya. Acaranya sendiri berlangsung sederhana. Semuanya serba dadakan dan tanpa persiapan sama sekali. Yang diundang pun hanya tetangga depan dan kiri-kanan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertindak sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;event organizer-&lt;/span&gt;adalah Bunda Veni. Maklumlah. Tahun lalu Bunda Veni tidak sempat menyaksikan perayaan ulang tahun Rifa karena sedang berbaring di rumah sakit akibat gangguan pada kandungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini juga anggota keluarga kurang satu. Bapak, sekitar setengah tahun lalu  meninggal dunia. Jadi tidak sempat menyaksikan ulang tahun Rifa yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai yang punya hajat, tentu Rifa senang bukan main. Apalagi, tahun ini ada anak-anak yang sepantaran dia yang ikut hadir di acara ulang tahun. Lari sana-lari sini. Gaya khasnya itu lho, pecicilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan panjangnya untuk mencari kesembuhan karena penyakit Hipoflasia Erithropoietin, Rifa tetap tumbuh menjadi anak yang normal. Semoga saja tetap sehat terus ya Nak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa dari ayah dan mama, semoga Rifa cepat sembuh. Allah panjangkan umurnya. Sehat selalu. Manjadi anak yang cerdas. Berbakti pada orang tua,bangsa dan agama. Berakhlak mulia serta bisa menjadi panutan bagi orang-orang di sekelilingnya. Ya Allah, terimalah dan kabulkanlah doa hamba-Mu  ini. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-114768612003299020?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/114768612003299020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=114768612003299020' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114768612003299020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114768612003299020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/05/ulang-tahun-rifa-yang-ke-2.html' title='Ulang Tahun Rifa yang Ke-2'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-114732066933052713</id><published>2006-05-10T20:25:00.000-07:00</published><updated>2006-05-10T21:14:39.803-07:00</updated><title type='text'>Mahmoud Ahmadinejad</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/mahmoud%20ahmadinejad.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/200/mahmoud%20ahmadinejad.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang teman, kebetulan  wartawan yang sering mangkal di kompleks DPR-MPR, kemarin (10/5) sempat bertemu dengan presiden Iran yang kini menjadi sorotan dunia, Mahmoud Ahmadinejad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kemarin  mantan walikota Teheran yang sederhana ini melakukan pertemuan dengan ketua MPR, Hidayat Nurwahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahagianya teman saya ini. Kesan yang muncul dari teman saya itu, Ahmadinejad seorang yang ramah dan murah senyum. "Walaupun masih tetap lebih tinggi saya," katanya sambil berkelakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, pemimpin negara dengan 68 juta penduduk ini adalah sosok yang tegas. Ketegasannya itu terutama berkaitan dengan penetangannya terhadap hegemoni Amerika Serikat, Israel dan negara-negara Barat terhadap program  nuklir Iran. Berulang kali Ahmadinejad  mengatakan bahwa program nuklir Iran dibuat untuk tujuan damai. Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono pun mendukung program nuklir tersebut. Cuma masalahnya, Si Abang Sam dan juga antek-anteknya tidak percaya akan hal itu. Amerika dan anjing-anjing pudelnya tetap ngotot bahwa program nuklir Iran membahayakan dunia dan merupakan ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman ? Ancaman bagi siapa ? Sepertinya tidak ada ancaman bagi dunia ini kecuali bagi mereka yang hatinya hasud (negera-negara Barat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, karakter bangsa yang arogan (terutama si George Bush) adalah takut dengan kemajuan yang diraih bangsa lain. Begitu juga dengan program nuklir Iran. Amerika Serikat takut kalau Iran nantinya lebih maju dari Amerika. Amerika takut kalau nanti Iran akan menyerang Israel. Sebuah ketakukan yang tidak berdasar dan tentunya dibuat oleh mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan Amerika Serikat dan sekutunya itu, sekali lagi, menujukan standar ganda Barat. Mereka tidak ingin negara muslim menjadi maju. Apalagi kalau negara muslim itu tidak mau bekerja sama dengan mereka. Contoh konkret hal ini adalah Pakistan. Karena Pakistan--jelas-jelas negara ini membuat program nuklir untuk tujuan pertahanan, karena perasaingannya dengan India--mau bekerjsa sama dengan Amerika, program nuklirnya tokh didiamkan saja. Sementara Iran tidak sama sekali. Hal yang sama juga berlaku bagi Israel, yang juga punya program nuklir tersembunyi tapi tidak diutak-atik sama sekali oleh Amerika, PBB, Uni Eropa dan IAEA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untunglah, dalam kasus nuklir Iran ini ada China dan Rusia yang menyelesaikannya dengan cara damai. Beda dengan Amerika Serikat--terutama Bush dengan nafsu angkara murkanya--yang menginginkan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu, bagaimanapun juga, nuklir adalah teknologi masa depan. Dan hak setiap negara untuk mengembangkannya, apalagi jika bertujuan damai. Tidak terkecuali bangsa Iran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-114732066933052713?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/114732066933052713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=114732066933052713' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114732066933052713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114732066933052713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/05/mahmoud-ahmadinejad.html' title='Mahmoud Ahmadinejad'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-114724316087475224</id><published>2006-05-09T21:49:00.000-07:00</published><updated>2006-05-09T23:39:21.016-07:00</updated><title type='text'>Bis Kota Itu Menjadi Sumber Penghasilan</title><content type='html'>Jakarta semakin sumpek. Menjelang usianya yang ke 479 Juni nanti, ibukota negara ini kian penuh dengan persaingan. Persaingan untuk hidup, persaingan meraih rejeki, persaingan memperoleh pekerjaan dan persaingan dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris, tidak ada ruang yang tersisa di Jakarta ini. Bayangkan, semua lahan sudah dijadikan proyek-proyek properti. Baik untuk apertemen, perkantoran maupun proyek komersil lainnya. Kesemua itu, tujuan akhirnya adalah benda yang bernama 'duit'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dalam urusan mengaiss rejeki. Diperlukan keuletan dan semangat pantah menyerah untuk bisa terus hidup dan menggauli Jakarta. Lengah sedikit, sudah pasti akan dilibas orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, setiap orang pun memanfaatkan kemampuan yang ada untuk bisa mengais rejeki sebesar-sebesarnya. Tak aneh jika kemudian bis kota pun menjadi lahan stretegis untuk meraih pundi sebanyaknya-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal mencari rejeki di dalam bis kota ini sebenarnya bukan barang baru. Jauh sebelum krisis ekonomi melanda negeri ini, orang yang mencari nafkah di bis kota untuk, katakanlah berdagang atau mengamen, sudah ada. Namun, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Tapi, tengoklah saat ini. Dalam sekali perjalanan, bisa enam atau sepuluh bahkah lebih makhluk bernama  manusia yang mencari sesuap nasi, dengan memanfaatkan penumpang bis kota sebagai pangsa pasar mereka. Sebut saja misalnya pengamen, pedagang asongan, pengedar kotak amal, pengemis dan bermacam profesi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu, kehadiran mereka menggangu penumpang bis kota. Tapi, mau bagaimana lagi. Ekonomi sedanbg sulit. Jadi, yang bisa saya katakan, harap maklumlah dengan kehadiran mereka. Tokh, keberadaan mereka juga yang membuat perekonomian Indonesia, khususnya Jakarta tetap berputar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-114724316087475224?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/114724316087475224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=114724316087475224' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114724316087475224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114724316087475224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/05/bis-kota-itu-menjadi-sumber.html' title='Bis Kota Itu Menjadi Sumber Penghasilan'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-114662212563285362</id><published>2006-05-02T18:31:00.000-07:00</published><updated>2006-05-02T19:08:47.510-07:00</updated><title type='text'>Di Rawat Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/Dirawat%2002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/Dirawat%2002.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah 2 hari Rifa dirawat lagi di RSAB Harapan Kita. Selasa ini, rencananya bisa pulang. Sudah sekitar 250 cc darah yang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, ketika ada kunjungan, dokter yang merawat Rifa, yakni Dr. FX. Koesriyati, SpA, menyarankan agar dilakukan uji transferin buat Rifa. Hal ini juga pernah diutarakan Dr. Djajadiman Gatot, SPA(K)--juga dokter Rifa di RSCM--beberapa waktu lalu ketika pemberian EPO tidak menujukan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri sudah pernah mengusulkan hal itu, jauh hari sebelumnya.Tapi dokter Djajadiman mengatakan  uji transferin  belum perlu dilakukan. Belakangan dia mulai melunak. Ini berarti peluang penyembuhan Rifa masih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti beberapa kali perawatan sebelumnya, Rifa kali ini juga dirawat diruang Gambir. Maklumlah. Pundi-pundi makin menipis. Tapi, meski di kelas III, tapi perawatannya oke punya. Para perawatnya sangat peduli, tidak cuma dengan Rifa, tapi juga dengan pasien lain yang satu kamar dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman sekamar Rifa, seperti biasa, lumayan banyak. Dalam satu ruangan ada  5 pasien dari kapasitas 6 tempat tidur. Kemarin, si Maulana yang menderita leukemia itu sudah boleh pulang ke rumah. Tapi, masih ada Alif, lebih muda 3 bulan usianya dari Rifa yang terkena ALL (Accute Limfoblastic Leukemia). Juga ada Naufal, penderita thalassemia yang kebetulan semalam sudah pulang. Juga ada Dyandra, bayi yang baru berumur 3 bulan dan menderita infeksi saluran kemih. Terus Putri yang berusia 5,3 tahun dan menderita &lt;a href="http://www.nni.com.sg/ForPatientsandVisitors/PatientEducationPamphlets/Acoustic+Schwannoma.htm"&gt;accoustic schwannoma.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar sebelah Rifa, kebetulan cuma ada dua orang pasien. Satu berumur sekitar 5 tahun, menderita gizi buruk. Dan satu lagi bernama Adelia, berumur sekitar 7 bulan menderita hepatomegali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ada cerita tersendiri kalau Rifa dirawat di kelas III--sebelum-sebelumnya sih saya masih sanggup merawat Rifa di kelas II. Yakni kemajemukan pasiennya. Mulai dari yang mampu sekali, mampu tapi pas pasan, pasien yang tadinya mampu tapi kemudian mengurus JPS Gakin (Jaring Pengaman Sosial Keluarga Miskin) atau Askeskin karena penyakit yang diderita anaknya sangat berat dan membutuhkan biaya yang sangat banyak. Contoh kasus ini biasanya dialami orang tua yang anaknya menderita leukemia, yang memang membutuhkan pengobatan jangka panjang serta harga-harga obatnya yang mahal. Ada juga pasien yang memang berasal dari keluarga tidak mampu.  Saya sendiri bersyukur kepada Allah, karena sampai saat ini masih bisa membiayai perawatan anak dan tidak pernah berhutang ke pihak rumah sakit. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke teman-teman sekamar Rifa, ada satu pasien yang kondisinya cukup parah. Yakni Putri yang menderita acosutic schwannoma. harus saya akui, selama mengurus orang sakit--entah bapak, anak atau almarhum mertua--baru kali ini saya mendengar penyakit yang bernama acoustic schwannoma itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Putri memang sangat menyedihkan. Badannya kurus. Satu matanya sudah tidak bisa melihat karena digerogoti tumor. Dan kakinya tidak bisa digerakkan. Padahal, anak ini, tutur ibunya, sebelum sakit sangat riang. Yang namanya musibah (atau takdir) kan tidak ada yang tahu. Semalam, Putri dipindahkan ke ruang isolasi untuk memudahkan perawatan. Semoga cepat sembuh ya Put.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kita sadari, bahwa sakit memang bukan kemauan kita. Jalan terbaik adalah menjaga kesehatan kita. Jaga sehat kita sebelum sakit kita. Kira-kira itulah kalimat yang pas buat memacu kita untuk tetap hidup sehat. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-114662212563285362?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/114662212563285362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=114662212563285362' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114662212563285362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114662212563285362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/05/di-rawat-lagi.html' title='Di Rawat Lagi'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-114645291545345308</id><published>2006-04-30T19:28:00.000-07:00</published><updated>2006-04-30T20:08:39.060-07:00</updated><title type='text'>Buruh</title><content type='html'>Hari ini tanggal 1 mei. Itu berarti peringatan Hari Buruh Internasional atau Mayday. Di negara-negara barat, Hari Buruh Internasional adalah hari libur. Sementara di Indonesia, meski sudah dirayakan sejak tahun 1920-an lalu, namun saat pemerintahan Orde Baru berkuasa, Hari Buruh ditiadakan. Hari Buruh Internasional kembali marak setelah kejatuhan rezim Soeharto tahun 1998 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat jatuhnya rezim Soeharto juga membuat buruh bebas membentuk organisasi pekerja. Diperkirakan, saat ini ada sekitar sebelas ribu serikat buruh yang bernaung di bawah 69 federasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan buruh di Indonesia adalah masalah pelik. Masalah yang manjadi problem kronik setiap tahunnya adalah upah pekerja. Maklum saja, hingga kini para buruh belum mendapatkan upah layak, yang memenuhi kebutuhan fisik minimum mereka. Padahal, harga-harga kebutuhan dasar selalu naik setiap saat. Apalagi jika ada kenaikan BBM, otomatis upah buruh pun menjadi tidak berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, upah mimimum propinsi (UMP) di Jakarta tahun ini adalah Rp 819.000. Padahal, idealnya, dengan tingkat inflasi seperti sekarang, UMP di Jakarta, sesuai tuntutan buruh adalah Rp 905.000. Meski tiap tahun ada kenaikan, tapi kesejahteraan buruh kelihatannya tidak pernah meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Buruh Internasional 1 Mei 2006 ini di Indonesia nuansanya sangat lain. Yakni mayoritas buruh menolak revisi UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan yang menurut mereka sangat tidak adil dan hanya menguntungkan pengusaha saja. Sebagai pribadi, saya sangat mendukung upaya buruh ini. Apalagi, revisi UU ini memang lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan saja. Jika buruh, dengan "terpaksa" di-PHK, maka buruh yang gajinya di atas Rp 1 juta, bakal tidak diberi  pesangon. Asal tahu saja, aturan ini tidak berlaku bagi para buruh di pabrik  saja. Orang kantoran yang berdasi juga terkena pasal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal lainnya  menyebutkan, buruh/pekerja yang mogok juga terancam di-PHK. Bahkan, jika mogok  kerja tidak sah yang mengakibatkan perusahaan rugi, pekerja/buruh dapat dituntut  ganti rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak revisi pasal-pasal yang dianggap mengebiri  hak-hak buruh. Karena itu wajarlah jika para pekerja memanfaatkan momentum Hari Buruh INternasional untuk ramai-ramai turun ke jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimanakah draft revisi UU yang ditolak para pekerja itu ? Ini dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 35 Ayat 3: Pemberi Kerja kerja sebagaimana dimaksud  dalam ayat 1 dalam mempekerjakan tenaga kerja wajib memberikan perlindungan yang  mencakup kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan baik mental maupun fisik  tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: Unsur perlindungan Negara (kesejahteraan,  keselamatan dan kesehatan baik mental maupun fisik tenaga kerja)  dihapus.&lt;br /&gt;Pasal 46 Ayat 1: Tenaga kerja asing dilarang menduduki  jabatan yang mengurusi personalia dan atau jabatan-jabatan tertentu. Ayat 2:  Jabatan-jabatan tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 diatur dengan  Keputusan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: Tidak ada batasan tenaga kerja asing  menduduki jabatan apapun di perusahaan.&lt;br /&gt;Pasal 49: Ketentuan mengenai  tenaga kerja asing serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tenaga kerja pendamping diatur dengan Keputusan Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: pasal ini  dihapus.&lt;br /&gt;Pasal 59 Ayat 1: Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya  dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan  pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu:&lt;br /&gt;a. pekerjaan yang  sekali selesai atau yang sementara sifatnya;&lt;br /&gt;b. pekerjaan yang diperkirakan  penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga)  tahun;&lt;br /&gt;c. pekerjaan yang bersifat musiman; atau d. pekerjaan yang  berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau&lt;br /&gt;produk tambahan yang masih  dalam percobaan atau penjajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: Perjanjian Kerja Waktu Tertentu  (Kontrak) yang dilakukan atas dasar jangka waktu, dapat dilakukan untuk semua  jenis pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 4 pasal 59 : Perjanjian Kerja waktu tertentu yang  didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua)  tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama  1 (satu) tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: Perjanjian Kerja Waktu Tertentu batasan maksimum  menjadi 5 tahun.&lt;br /&gt;Pasal 64: Perusahaan dapat menyerahkan sebagian  pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan  pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis  (outsourcing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan  pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian penyediaan jasa  pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis.&lt;br /&gt;Pasal 65 Ayat 1: Penyerahan  sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain dilaksanakan melalui  perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis. Dalam ayat  1 harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. dilakukan secara terpisah  dari kegiatan utama;&lt;br /&gt;b. dilakukan dengan perintah langsung atau tidak  langsung dari pemberi pekerjaan;&lt;br /&gt;c. merupakan kegiatan penunjang perusahaan  secara keseluruhan; dan d. tidak menghambat proses produksi secara  langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 2: Pekerjaan yang dapat diserahkan kepada perusahaan lain  sebagaimana dimaksud. Ayat 3: Perusahaan lain sebagaimana dimaksud dalam ayat  (1) harus berbentuk badan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 4: Perlindungan kerja dan  syarat-syarat kerja bagi pekerja/buruh pada perusahaan lain sebagaimana dimaksud  dalam ayat (2) sekurang-kurangnya sama dengan perlindungan kerja dan  syarat-syarat kerja pada perusahaan pemberi pekerjaan atau sesuai dengan  peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 5: Perubahan dan/atau  penambahan syarat-syarat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur lebih lanjut  dengan Keputusan Menteri. Ayat 6: Hubungan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan  sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja secara  tertulis antara perusahaan lain dan pekerja/buruh yang dipekerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 7: Hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) dapat  didasarkan atas perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja  waktu tertentu apabila memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59.Ayat 8: Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan ayat  (3) tidak terpenuhi, maka demi hukum status hubungan kerja pekerja/buruh dengan  perusahaan penerima pemborongan beralih menjadi hubungan kerja pekerja/buruh  dengan perusahaan pemberi pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 9: Dalam hal hubungan kerja  beralih ke perusahaan pemberi pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (8),  maka hubungan kerja pekerja/buruh dengan pemberi pekerjaan sesuai dengan  hubungan kerja sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;dalam ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: pasal ini  dihapus.&lt;br /&gt;Pasal 66 Ayat 1: Pekerja/buruh dari perusahaan penyedia jasa  pekerja/buruh tidak boleh digunakan oleh pemberi kerja untuk melaksanakan  kegiatan pokok atau kegiatan yang berhubungan langsung dengan proses produksi,  kecuali untuk kegiatan jasa penunjang atau kegiatan yang tidak berhubungan  langsung dengan proses produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: diubah.&lt;br /&gt;Pasal 79 Ayat  2 (d): Istirahat panjang sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan dan dilaksanakan pada  tahun ketujuh dan kedelapan masing-masing 1 (satu) bulan bagi pekerja/buruh yang  telah bekerja selama 6 (enam) tahun secara terus-menerus pada perusahaan yang  sama dengan ketentuan pekerja/buruh tersebut tidak berhak lagi atas istirahat  tahunannya dalam 2 (dua) tahun berjalan dan selanjutnya berlaku untuk setiap  kelipatan masa kerja 6 (enam) tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: pasal ini  dihapus.&lt;br /&gt;Pasal 88 Ayat 1: Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh  penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi  kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: Pemerintah menetapkan upah minimum sebagai jaring  pengaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 2: Untuk mewujudkan penghasilan yang memenuhi penghidupan  yang layak bagi kemanusiaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),&lt;br /&gt;pemerintah  menetapkan kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja/buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi:  Upah minimum memperhatikan kemampuan sektor usaha yang paling lemah marjinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Ketentuan UU Ketenagakerjaan:&lt;br /&gt;a. Upah minimum ditetapkan  di tingkat propinsi dan kabupaten dan dapat pula ditetapkan secara  sektoral.&lt;br /&gt;b. Upah minimum ditetapkan berdasarkan total nilai standar  Kehidupan Hidup Minimum (LHM) atau Kehidupan Hidup Layak (KHL).&lt;br /&gt;c. Upah  minimum disesuaikan tiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi Bappenas:&lt;br /&gt;a. Upah minimum  ditetapkan di tingkat propinsi dan bukan di tingkat kabupaten.&lt;br /&gt;b. Upah  minimum ditetapkan kembali sebagai jaring pengaman sosial atau batas bawah upah.&lt;br /&gt;c. Upah minimum disesuaikan setiap 2 tahun.&lt;br /&gt;. Pasal 92 Ayat 1:  Pengusaha menyusun struktur dan skala upah dengan memperhatikan golongan,  jabatan, masa kerja, pendidikan dan kompetensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: Struktur dan  skala upah hanya golongan dan jabatan saja, pendidikan, masa kerja, kompetensi  dihapus.&lt;br /&gt;. Pasal 100 Ayat 1: Untuk meningkatkan kesejahteraan bagi  pekerja/buruh dan keluarganya, pengusaha wajib menyediakan fasilitas  kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: Fasilitas kesejahteraan dihapus.&lt;br /&gt;. Pasal  142 Ayat 1: Mogok kerja yang dilakukan tidak memenuhi ketentuan adalah mogok  kerja tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: Mogok kerja tidak sah dapat di PHK tanpa  pesangon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 2: Akibat hukum dari mogok kerja yang tidak sah akan  diatur dengan Keputusan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: Mogok kerja tidak sah yang  mengakibatkan perusahaan rugi pekerja/buruh dapat dituntut ganti rugi.&lt;br /&gt;  Pasal 155 Ayat 3: Pengusaha dapat melakukan penyimpangan terhadap  ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berupa tindakan skorsing kepada  pekerja/buruh yang sedang dalam proses pemutusan hubungan kerja dengan tetap  wajib membayar upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima pekerja/buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: Skorsing dibatasi selama-lamanya 6 bulan dan diberikan upah  hanya 50%.&lt;br /&gt;. Pasal 156 Ayat 1: Dalam hal terjadi pemutusan hubungan  kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan  masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi:  Pekerja/buruh yang berhak mendapatkan pesangon adalah pekerja/buruh yang  mendapat upah lebih rendah atau sama dengan 1x penghasilan tidak kena pajak  (PTKP)-upah di bawah Rp 1.000.000 dan di atas Rp 1.000.000 tidak mendapatkan  pesangon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 3: Perhitungan upah pesangon sebagaimana dimaksud ayat 1  paling sedikit sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi  kurang dari 7 tahun, 7 bulan upah&lt;br /&gt;h. masa kerja 7 tahun atau lebih, tetapi  kurang dari 8 tahun, 8 bulan upah&lt;br /&gt;i. masa kerja 8 tahun atau lebih, 9 bulan  upah Revisi: poin (g) masa kerja 6 tahun atau lebih, 7 bulan upah; (h)  dan (i)&lt;br /&gt;dihapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 4: Perhitungan uang penghargaan masa kerja dimaksud  ayat I ditetapkan&lt;br /&gt;sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih  tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 2 (dua) bulan upah;&lt;br /&gt;b. masa kerja 6  (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun, 3 (tiga) bulan  upah;&lt;br /&gt;c. masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua  belas) tahun, 4 (empat) bulan upah;&lt;br /&gt;d. masa kerja 12 (dua belas) tahun atau  lebih tetapi kurang dari 15 (lima belas) tahun, 5 (lima) bulan upah;&lt;br /&gt;e. masa  kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan belas)  tahun, 6 (enam) bulan upah;&lt;br /&gt;f. masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau  lebih tetapi kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;&lt;br /&gt;g.  masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua puluh  empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah;&lt;br /&gt;h. masa kerja 24 (dua puluh empat)  tahun atau lebih, 10 (sepuluh ) bulan upah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi:&lt;br /&gt;a. Masa kerja 5  tahun atau lebih tetapi kurang dari 10 tahun, 2 bulan upah&lt;br /&gt;b. Masa kerja 10  tahun tetapi kurang dari 15 tahun, 3 bulan upah&lt;br /&gt;c. Masa kerja 15 tahun  tetapi kurang dari 20 tahun, 4 bulan upah&lt;br /&gt;d. Masa kerja 20 tahun tetapi  kurang dari 25 tahun, 5 bulan upah&lt;br /&gt;e. Masa kerja 25 tahun atau lebih, 6 bulan  upah point f, g dan h dihapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 5c: Penggantian perumahan serta  pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% dari uang pesangon dan atau uang  penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: Penggantian  perumahan sebesar 10% bagi pekerja/buruh yang mendapatkan fasilitas atau  tunjangan perumahan serta penggantian pengobatan dan perawatan sebesar 5% dari  uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja bagi pekerja/buruh yang  di-PHK.&lt;br /&gt;. Pasal 158: Tentang kesalahan berat tidak berlaku lagi  berdasarkan Mahkamah Konstitusi karena kesalahan berat tersebut merupakan bagian  dari hukum pidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi: diusulkan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Pasal 167:  Tentang uang kompensasi pensiun.&lt;br /&gt;Revisi: pasal ini  dihapus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-114645291545345308?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/114645291545345308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=114645291545345308' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114645291545345308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114645291545345308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/04/buruh.html' title='Buruh'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-114629858913507752</id><published>2006-04-29T00:51:00.000-07:00</published><updated>2006-04-29T01:16:29.490-07:00</updated><title type='text'>Tes Darah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/1600/rifa%208%20bulan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/rifa%208%20bulan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah sekitar 1,5 bulan sejak Rifa terakhir kali transfusi darah di Harapan Kita. Dan sekarang, Rifa harus tes darah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu berarti, "penderitaan" Rifa di mulai lagi. Bayangkan saja. Anak yang belum genap dua tahun ini harus ditusuk-tusuk lengannya untuk tes darah. Belum lagi, kalau sudah di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes darah Rifa yang belakangan ini cuma satu tujuannya. Yakni untuk mengetahui kadar hemoglobinnya (Hb). Kalau yang lain, semisal trombosit atau leukosit sih gak ada masalah. Pasti normal. Kayaknya retikulosit juga bakal seperti dulu. Gak pernah ada peningkatan. Itulah yang menyebabkan Rifa harus tranfusi. Sumsum tulang belakangnya gagal untuk bisa memproduski sel darah merah meskipun bahan bakunya cukup memadai. Dalam istilah medisnya disebut Aplastic anemia sistem eritropoietin. Penyebab, tidak diketahui dengan pasti alias idiopatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan lalu sih, sebenarnya Rifa udah menjalani terapi Epo untuk merangsang pembentukan eritropoietinnya. Tapi, sekitar 12 kali suntikan obat yang mahal itu tidak memberikan hasil. Jadilah sampai saat ini Rifa tergantung darah orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung, Rifa meski sakit, tetapi semangat hidupnya luar biasa. Gak pernah tuh, meski Hb nya rendah terus merasa capek. Yang ada, dia tetep aja pecicilan. Ini adalah sebuah hikmah tersendiri. Anak gue tetap hidup normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, hanya satu doaku. Sembuhkanlah dia dari penyakitnya. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-114629858913507752?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/114629858913507752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=114629858913507752' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114629858913507752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114629858913507752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/04/tes-darah.html' title='Tes Darah'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-114594515731117985</id><published>2006-04-24T22:02:00.000-07:00</published><updated>2006-04-24T23:06:01.193-07:00</updated><title type='text'>Ruang Terbuka Hijau</title><content type='html'>Setiap akhir pekan, saya dan keluarga selalu menyempatkan diri untuk berolahraga pagi. Ya, paling tidak joging lah. Start-nya, mulai dari rumah di Kompleks Perindustrian sampai finish di lapangan BKKBN Halim. Lumayan lah, aktivitas fisik seperti ini. Bisa bikin badan jadi segar. Apalagi buat Rifa. Duh senangnya dia kalau diajak jalan-jalan pagi. Tengok sana tengok sini. Pecicilan dan tingkahnya itu lho. Gak nahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, kalau sudah sampai lapangan BKKBN, orang-orang itu sudah banyak. Mereka biasanya juga membawa keluarga masing-masing. Banyak yang kita bisa lakukan di lapangan BKKBN ini. Mau main bulutangkis, silahkan. Jalan-jalan di koridor, boleh. Main sepakbola, ayo aja. Atau, mengikuti senam sehat dengan instruktur yang sudah siap sedia. Pokoknya, olahraga apapun bisa kita lakukan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meklumlah jika lapangan BKKBN menjadi pelampiasan warga untuk berolahraga. Sebab, di kawasan tempat tinggal saya, jarang sekali ruang terbuka hijau (RTH) yang bisa dijadikan sarana bagi masyarakat untuk berkumpul. Yang ada, ruang tersebut telah digunakan untuk berbagai macam proyek. Misalnya perkantoran, perumahan atau bikin kos-kosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimnya ruang terbuka hijau, saya pikir bukan cuma di sekitar Halim. Di tempat lain di seantero Jakarta ini, ruang terbuka hijau juga semakin terkikis. Menjadi pemandangan biasa kalau masyarakat memanfaatkan lapangan gedung perkantoran sebagai sarana berkumpul mereka. Mau bilang apa lagi. Ruang yang seharusnya menjadi tempat berekspresi mereka ternyata telah beralih fungsi menjadi hutan beton yang minim manfaat. Padahal, kalau kita mau bijak, ruang terbuka hijau itu, selain menjadi tempat berkumpulnya warga, juga menjadi paru-paru kota dan resapan air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat masalah tata kota, Nirwono Joga, dalam suatu kesempatan kepada saya pernah  mengatakan bahwa dari dulu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang jago membuat berbagai macam program penghijauan. Diawali Gerakan Penghijauan Kota (1970); Program Hijau Pertamanan Kota (1975); Gerakan Memasyarakatkan Keindahan, Kebersihan, dan Keteduhan Lingkungan Hidup (1980); Program Pembangunan Kota Jakarta Berwawasan Lingkungan dengan Program Pembangunan Hutan Kota (1984); Program Penghijauan Bantaran Sungai (1988); Program Penghijauan Sejuta Pohon dan Program Penghijauan Sadpraja (1992); Program Jakarta Teduh, Hijau Royo-royo, dan Berkicau (2000); dan terkini Program Jakarta Hijau (2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, hasilnya justru terbalik. Yang terjadi adalah  penurunan signifikan target luasan ruang terbuka hijau (RTH) yang memperlihatkan ketidakkonsistenan kebijakan Pemprov DKI dalam mengembangkan RTH kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam Rencana Induk Djakarta 1965-1985 ditargetkan luas RTH sebesar 37,2 persen (sangat ideal), maka dalam Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Jakarta 1985-2005 target luas RTH dipangkas menjadi 25,85 persen (masih cukup ideal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum puas, luasan RTH dipotong lagi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jakarta 2000-2010 dengan target hanya sebesar 13,94 persen (tidak ideal). Sementara itu, luas RTH di lapangan hanya berkisar sembilan persen (50,53 hetar) dari total luas Kota Jakarta yang 66.152 hektar. Dengan kondisi seperti itu, RTH di Jakarta bisa disebut kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaanya kemudian, kapankah Jakarta yang menjadi milik kita ini kembali menjadi hijau seperti tempo doeloe ? Entahlah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-114594515731117985?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/114594515731117985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=114594515731117985' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114594515731117985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114594515731117985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/04/ruang-terbuka-hijau.html' title='Ruang Terbuka Hijau'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-114507389512655667</id><published>2006-04-14T20:31:00.000-07:00</published><updated>2006-04-14T21:04:55.143-07:00</updated><title type='text'>Sisi "Lain" Ujung Genteng</title><content type='html'>Pekan lalu, gue jalan-jalan ke Ujung Genteng. Sebuah lokasi wisata yang masih perawan dan belum terjamah. Ada banyak lokasi menarik di sana. Misalnya saja Pantai Pangumbahan, Ombak Tujuh, Muara Cibuaya, melihat penyu hijau bertelur atau sekadar melihat perkampungan nelayan di Ujung Genteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih, untuk mencapai Ujung Genteng, perlu banyak "pengorbanan". Dari Jakarta saja, waktu tempuhnya sekitar 10 jam. Belum lagi, sepanjang akses  menuju Ujung Genteng, jalannya  rusak. Nyaris sedikit sekali ditemui jalan yang mulus. Tapi, memang, bagi travelers sejati, pasti tidak akan menyerah. Jalan seperti itu  akan dilabrak terus. Apalagi kalau sudah sampai di Ujung Genteng. Capeknya perjalanan selama 10 jam akan hilang. Berganti dengan rasa takjub terhadap kekuasaan Illahi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal keindahan alan Ujung Genteng mungkin sudah banyak yang bahas. Kali ini gue akan ngebahas sisi"lain" Ujung Genteng. Yakni mengenai pelacuran yang makin marak. Bukan apa-apa gue nulis ini. Gue khawatir kalau-kalau keasrian Ujung Genteng akan terkoyak oleh bisnis yang satu ini. Meskipun hal yang sudah lumrah juga kalau bisnis pariwisata sejalan dengan bisnis seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat Ujung Genteng, menjadi nelayan atau petani sudah dilakoni turun-temurun. Tapi masalahnya, tidak banyak yang bisa diandalkan dari kedua sektor tersebut. Apalagi, kalau lagi angin musim barat seperti sekarang. Alhasil, pendapatan dari menjala ikan di laut, dalam 5 tahun belakangan ini, terus mengalami kemerosotan. Bukti riilnya bisa dilihat di Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Ujung Genteng, yang semakin sepi dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setali tiga uang dengan nelayan adalah petani. Yang mereka andalkan cuma satu. Yakni dari bertanam kelapa untuk diambil nira-nya. Sudah bisa dipastikan, penghasilan dari bertani seperti ini pun tidak akan mencukupi untuk makan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang sedikit punya kelebihan, memanfaatkan potensi wisata Ujung Gentang dengan berbagai cara. Misalnya saja bikin penginapan murah. Atau mereka kredit motor untuk dijadikan ojek. Harus diakui memang, ojek adalah sumber utama transportasi untuk bisa menikmati keindahan alam Ujung Genteng. Masalahnya, pelancong yang ke Ujung Genteng itu tidak seberapa. Jangan bandingkan  Ujung Genteng dengan Anyer atau Carita yang didatangi ribuan turis setipa akhir pekannya. Di Ujung Genteng, paling-paling cuma puluhan wisatawan lokal (plus beberapa pelancong asing yang hendak surfing) yang mengunjungi Ujung Genteng. Akhirnya, banyak penginapan yang tidak laku dan sia-sia karena tidak ada yang menyewa. Tukang ojek pun banyak yang menganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling miris dari kondisi ini adalah kaum perempuan di Ujung Genteng. Karena ekonomi yang tidak berjalan, banyak diantara mereka yang memutuskan menjadi TKW. Mereka yang tidak punya keterampilan dan juga tidak punya dana untuk menjadi TKW akhirnya memilih profesi ini. Menjadi pelacur. Tak heran jika dalam beberapa tahun terakhir ini, warung remang-remang semakin menjamur di Ujung Genteng. Para pelacur pun menjadi beban baru bagi masyarakat sekitar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-114507389512655667?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/114507389512655667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=114507389512655667' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114507389512655667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114507389512655667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/04/sisi-lain-ujung-genteng.html' title='Sisi &quot;Lain&quot; Ujung Genteng'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-114292919844300916</id><published>2006-03-21T00:03:00.000-08:00</published><updated>2006-03-21T00:19:58.456-08:00</updated><title type='text'>Situ Okeh</title><content type='html'>Kata-kata ini dalam beberapa bulan terakhir populer di kantor gue. Terutama di ruang redaksi, artistik dan foto. Kalo di ruang lain sih, semisal sirkulasi atau umum, masih pamali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita soal dua kata tadi mulanya beredar November lalu. Ketika itu rekan redaksi yang berinisial BS--dia ini ahli tata boga, jadi jago masak-- meminta gue untuk menghandel sebuah kerjaan. Kalo gak salah sih wawancara nara sumber deh. Terus, gue bilang aja " Situ Okeh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, sejak saat itu, dua kata ini terus beredar di kalangan redaksi. Misalnya aja kalo ada yang awak foto yang bilang sudah mengerjakan pemotretan untuk rubrik fokus utama--padahal sejatinya belum--pasti diteriakin situ okeh oleh tim yang lain. Begitu juga sebaliknya. Intinya, situ okeh adalah sebuah kalimat olokan bagi mereka yang belagak sok tahu dilingkungan kantor DK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan coba-coba sok tahu terhadap sebuah pekerjaan. Emangnya situ okeh. Padahal, belum okeh kan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-114292919844300916?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/114292919844300916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=114292919844300916' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114292919844300916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114292919844300916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/03/situ-okeh_21.html' title='Situ Okeh'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-114291057191884519</id><published>2006-03-20T18:57:00.000-08:00</published><updated>2006-03-20T19:10:45.626-08:00</updated><title type='text'>Syukur</title><content type='html'>Berangkat kerja, seperti biasa naik metromini S75 jurusan Blok M-Pasar Minggu. Naik di depan Trans TV. Kira-kira sampe perempatan Mampang Prapatan, ada dua orang pengamen naik. Wajahnya lumayan bersih. Gak seperti pengamen yang biasanya gue temui, lusuh. Salah seorang pengamen, rambutnya agak sedikit gondrong, memainkan rebana yang ada kecrekannya (aduh, istilah Indonesianya apa ya alat musik ini). Yang satunya lagi, pake gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mulai mengamen dengan mengucapkan assalamualaikum. Gue sih dah rada-rada cuek (belakangan ini, karena neraca keuangan yang gak berimbang, gue terpaksa acuh terhadap  pengamen). Tapi, ketika mereka mulai nyanyi, barulah gue sedikit terhenyak. Ternyata mereka memainkan nasyid. Suaranya lumayan merdu. Bahkan, gue malah merinding dengerinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak ? Untuk nasyid sendiri, dah lama gak gue denger lagi. Gak tau ya kenapa? Tapi yang jelas sih, di kantor gue (meskipun mayoritas muslim), yang punya cd atau mp3 nasyid memang gak ada. Ya, jadi gue gak pernah denger lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, syairnya menyentuh banget. Temanya soal syukur. Asli, syair ini mengena banget ke dalam keseharian hidup gue. Gue harus akui, sifat ini memang belakangan memudar pada diri gue. Banyak sebab sih. Tapi, kayaknya gak usahlah gue ungkapin satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, betapa hamba-Mu ini terlalu sibuk dengan urusan dunia.&lt;br /&gt;Ya Allah, ingatkanlah hamba-Mu ini agar selalu bersykur, baik dalam keadan suka maupun duka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-114291057191884519?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/114291057191884519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=114291057191884519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114291057191884519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114291057191884519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/03/syukur.html' title='Syukur'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-114265655425233639</id><published>2006-03-17T20:15:00.000-08:00</published><updated>2006-03-17T20:35:54.256-08:00</updated><title type='text'>Bangsa Bego</title><content type='html'>Bingung. Harus bilang apa terhadap bangsa ini. Kalo gue mo sedikit sarkastis, bangsa ini bolehlah di sebut sebagai bangsa 'bego' (ups, tapi bukankah emang dari dulu udah begitu). Pertama, yang bikin gue kesel adalah kasus &lt;a href="http://www.exxonmobil.com"&gt;ExxonMobil&lt;/a&gt; yang ditunjuk menjadi operator ladang minyak di blok Cepu. Sehari sebelum ExxonMobil ditunjuk sebagai operator blok cepu, ada pergantian direktur utama &lt;a href="http://www.pertamina.com"&gt;Pertamina&lt;/a&gt;. Widya Purnama lengser. Penggantinya adalah Arie Sumarno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pergantian Dirut itu, Menteri Luar Begeri Amerika Serikat, Condolleza Rice datang ke Indonesia. Entah karena faktor apa, tiba-tiba kok pengolahan ladang minyak di blok Cepu diserahkan kepada ExxonMobil. Gue gak habis pikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pemerintah atau Pertamina menyerahkan pengolahan blok Cepu kepada ExxonMobil adalah karena sumber daya manusia Indonesia bidang perminyakan belum memadai. Apakah benar demikian ? Omong kosong. SDM Indonesia bidang perminyakan malah melimpah. Artinya, kita, sebagai bangsa Indonesia dan juga Pertamina, mampu mengoperasikan Blok Cepu. Coba aja tengok penyesalan yang disampaikan oleh HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia) dan IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia). Menurut mereka, sepantasnya Blok Cepu dikelola oleh bangsa sendiri karena sumber daya manusia Indonesi yang memadai untuk mengelola blok Cepu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pikir, apa yang dilakukan DPR dengan mengajukan hak angket terhadap operatorship blok Cepu adalah sebuah langkah bagus. Biar pemerintah tau, bahwa SDM Indonesia tidak se-tolol yang mereka kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekesalan gue yang kedua adalah masalah Freeport Indonesia. Gue pikir, ini perusahaan tambang harus segera hengkang dari bumi pertiwi. Ngapain dia lama-lama mengeruk kekayaan alam Indonesia. Tokh, duit yang mereka kasih ke bangsa ini tidak besar. Tapi, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan tambang mereka cukup untuk membuat bangsa ini ambruk. Bagi gue, cukup adalah cukup. Silahkan Freeport hengkang. Kalo bisa, go to hell Freeport. Kontribusi Anda tidak seberapa terhadap bangsa ini. Yang ada adalah penderitaan bagi Indonesia, terutama rakyat Papua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-114265655425233639?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/114265655425233639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=114265655425233639' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114265655425233639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114265655425233639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/03/bangsa-bego_17.html' title='Bangsa Bego'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-114265434240868180</id><published>2006-03-17T19:47:00.000-08:00</published><updated>2006-03-17T19:59:02.420-08:00</updated><title type='text'>Up Date Lagi</title><content type='html'>Akhirnya, setelah hampir 4 bulan nggak nyentuh ini blog, gue bisa nge-update lagi. Selama 4 bulan kemaren, harus gue akui, kerjaan gue numpuk. Maklum aja lah. Gue waktu itu lagi nyiapin penerbitan majalah kesehatan baru. Mau gak mau, konsentrasi gue ke majalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, bos gue marah-marah melulu. Padahal, mempersiapkan sebuah majalah memang bukanlah pekerjaan mkudah. Dan memang butuh persiapan yang matang. Tapi akhirnya, majalah ini bisa terbit awal Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokh, meski sudah bisa terbit, gue belum bisa berleha-leha. Masih banyak yang harus dikerjakan dan dievaluasi. Mulai dari tata letak, respons pasar sampai kepada content. Pada akhirnya, memang kita bisa menemukan irama dalam majalah baru ini. Terbit sudah mulai sesuai jadwal, deadline juga bisa tepat waktu. tata letak oke punya (ceile). Dan ini yang penting. Respons pasar lumayan bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bentar dulu. Dari tadi ngomongin majalah baru, sebenarnya, apa sih nama majalahnya ? Oke, gue jelasin. Nama majalahnya adalah Dokter Kita. Upst, jangan salah. Meskipun namanya Dokter Kita, majalah ini bukanlah dikhususkan untuk kalangan dokter. Tapi bagi mereka masyarakat umum, yang selama ini mungkin awam terhadap dunia kesehatan. Nah, misi majalah ini adalah ingin mengedukasi masyarakat, sehingga bisa paham dengan masalah-masalah kesehatan. Gak terlalu muluk-muluk lah. Minimal, ketika masyarakat dateng konsultasi ke dokter, dia bisa tahu gambaran minimal tentang penyakitnya. Syukur-sykur bisa swamedikasi sendiri (he he he)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue berharap sih, ini majalah bisa langgeng. Semoga aja kali ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-114265434240868180?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/114265434240868180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=114265434240868180' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114265434240868180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/114265434240868180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2006/03/up-date-lagi.html' title='Up Date Lagi'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-113055382630738947</id><published>2005-10-28T19:34:00.000-07:00</published><updated>2005-10-28T19:43:46.313-07:00</updated><title type='text'>Mudik</title><content type='html'>Wuih, hari ini Jakarta enak banget. Lengang di mana-mana. Padahal, kemarin Jumat pas terakhir masuk kerja, Jakarta masih macet. Kalau begini terus mah, Jakarta bisa jadi kota impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, sepertinya sudah menjadi tradisi kalau hari-hari mendekati idul fitri, Jakarta akan lengang. Penyebabnya cuma satu. Yakni Jakarta ditinggalin penduduknya yang mudik untuk merayakan idul fitri di kampung halamannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tahun ini ditandai dengan lon jakan harga-harga kebutuhan pokok karena naiknya harga BBM, namun hal itu tidak menjadi halangan bagi para pemudik untuk pulang kampung. Anggapan mereka soal mudik umumnya seragam. Kurang afdhol rasanya kalau merayakan idul fitri jauh dari keluarga besar. Sepertinya, ciri khas Indonesia yang asli terletak di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal mudik, tahun ini kebanyakan temen gue di kantor tidak mudik. Hanya sebagian saja. Mereka umumnya berfikir realistis. Yakni tidak mau capek-capek dan mengeluarkan biaya yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya ? Sudah pasti. Untuk mudik, selain trannsportasi yang memang besar, di kampung halaman pun sudah menjadi tradisi untuk memberi sekedar 'oleh-oleh' buat sanak keluarga. Ini berati kan ada biaya lain yang harus dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, okelah. Bagi yang mudik, saya ucapkan selamat mudik dan semoga selamat sampai tujuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-113055382630738947?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/113055382630738947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=113055382630738947' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/113055382630738947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/113055382630738947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2005/10/mudik.html' title='Mudik'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18217376.post-113012690097659625</id><published>2005-10-23T20:57:00.000-07:00</published><updated>2005-10-23T21:08:20.980-07:00</updated><title type='text'>Uji Coba</title><content type='html'>Well, hari ini gue baru meng-create blog sendiri. Ide-nya sih setelah gue mengamati perkembangan blog-blog yang ada dalam beberapa bulan terakhir ini. Wah, ternyata makin marak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dus, ide bikin blog ini sendiri bukan mau ikut-ikutan. Tetapi, memang gue menyadari alangkah baiknya kalau gue punya secuil ide, disebarkan buat yang lain. Denngan demikian, gue berharap ada ide gue yang bisa bermanfaat buat orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18217376-113012690097659625?l=isnainibiasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/feeds/113012690097659625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18217376&amp;postID=113012690097659625' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/113012690097659625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18217376/posts/default/113012690097659625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isnainibiasa.blogspot.com/2005/10/uji-coba.html' title='Uji Coba'/><author><name>isnaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08816443639524768735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6992/1776/320/gregetan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
